INISIASI SETELAH LAMA VAKUM

AssalamualaiKUM WR. WB.
Lama sudah rasanya weblog ini ditinggalkan, ada kejenuhan setiap hari untuk otak atik weblog sehingga kondisi tersebut terjadi.
Dengan berubahnya pengelolaan pengajaran TIK di SMA Cepiring, ternyata mengimbas ke layanan publik berbasis web ini. Berdasarkan kesepakatan dengan kepala sekolah dan pengurus maka diputuskan bahwa pengelolaan weblog sekolah ini menjadi salah satu hal yang seharusnya “diopeni” pula dalam memberikan layanan informasi di era sekarang yang memang sudah saatnya SMA Cepiring mengeliat di titik itu.
Era dahulu dengan menara gadingnya yang ditandai dengan pencitraan yang kuat namun dengan kondisi aktual yang cukup memalukan seharusnya sudah mulai ditinggalkan dan membenahi keberadaan sesuai dengan aslinya.
Kondisi yang ada di SMA Cepiring sebenarnya cuku[ untuk memunculkan kebenaran yang memang pantas untuk dibanggakan, namun tentunya itu memerlukan proses yang insya allah harus pula membutuhkan pengorbanan dari semua fihak yang peduli terhadapnya.
Harapannya tentulah dengan pergantian kepemimpinan ini dapat menampilkan wajah asli SMA Cepiring namun dengan kondisi yang relatif jauh lebih baik…, amin.
Vivat SMA Cepiring…, be yourself…, barangkali kata itulah yang paling tepat untuk SMA tersayang ini, kebersahajaan namun dengan kekuatan dari dalam yang akhirnya memunculkan imbas pada kemuliaan yang sebenarnya.
Amin
Wassalam

Iklan

SSS, Sekolah Semakin Panasssssss

Assalamualaikum.

woowwww… apa jadinya jika keadaan sekolah semakin panas, bukan karena perubahan cuaca yang seharusnya sudah musim penghujan tetapi tetap saja terasa panas dan jarang turun hujan…., tapi ini karena situasi yang terjadi antara punggawa sekolah yang notabene adalah pengabdi pendidikan, sekali lagi pendidikan yang setiap sepak terjang, hati dan pikirannya dilihat, dirasa dan dicerna oleh peserta didik sebagai suatu pelajaran…., bahkan pendidikan. Atau barangkali memang ada kurikulum di sekolah ini yang pengen menunjukkan bahwa pertengkaran itu menang hal yang biasa terjadi dan seharusnya mereka belajar juga dari keadaan tersebut…., eh ni ngomong apa sih kok jadi ngelantur begini….
Ceritanya dari hasil ME kemaren yang sepertinya tidak ada gelagat atau tanda-tanda permaslahan pasca pelaksanaannya, tiba-tiba rekan kita, Bp. Sugeng Tirtorejo, melayang pooling kepada semua guru dan karyawan SMA Cepiring yang isinya tentang keberadaan Kepala Sekolah, Bp. Dwianto, S.Pd. M.Si, apakah masih pantas berada di SMA Cepiring atau sebaiknya segera hengkang dari SMA Cepiring dengan kondisi-kondisi yang ada.
Penyelenggaraan polling ini sendiri sebenarnya merupakan prakarsa pribadi dari pak sugeng, yang ditanggapi dengan beberapa cara oleh rekan-rekan guru dan karyawan, ada yang antusias dan membahasnya, tapi juga tidak banyak yang tidak mempedulikannya, toh masih banyak kerjaan yang bisa dikerjakan dibanding “ngutik-utik asu burik”.
Yang menjadi menarik adalah ketika pak Dwi dengan serta merta menanggapi permasalahan ini dengan cukup emosi, hal ini disebabkan karena dengan adanya poling ini terdapat kemungkinan permasalahan missunderstanding intrnal yang sangat mungkin terjadi. kekhawatiran paling tidak terjadi pada image yang akan terbentuk jika pak Dwi memang harus hengkang dari SMA Cepiring, pada satu sisi hal ini merupakan sebuah kewajaran karena memang sudah saatnya…. (lebih dari 1 periode, 4 tahun) atau pada sisi lain bahwa kepindahan pak dwi di picu oleh benih ketidaksenangan fihak sekolah (guru dan karyawan) yang ternyata pada hasil polling tersebut.
Dari diskusi dengan pak Sis, terdapat peluang yang mungkin memang sengaja diambil oleh pak Sugeng sehubungan dengan kemungkinan-kemungkinan kepemimpinan di SMA Cepiring ini, ini yang barang kali belum dapat terdeteksi, apakah “ulah” yang diambil oleh pak sugeng ini murni dari hati nurani yang menginginkan perubahan terhadap kehidupan di SMA Cepiring atau memang ada interest pribadi yang ingin di munculkan.
Tanggapan dari Pak Dwi sebagai korban pelaksanaan polling ini juga cukup dangkal (tapi bisa jadi menang karena itu), menurut beliau kelakuan “dul Kopet” ini terjadi karena sakit hati menanggapi hasil pembagian uang Kemeng, yang dalam pembagiannya pak sugeng harus merelakan sebagian jatahnya, karena perhitungan didasarkan pada keadaan sekarang, bukan keadaan seperti pada kepurusan yang dikeluarkan oleh pemkab.
Di ruang guru kemaren (sabtu, 16 Des 2006) pak Dwi menyatakan akan melawan perlakuan yang telah ditujukan kepadanya, tapi kurang jelas, pengertian dan langkah yang akan diambil dari kata-kata “melawan” tersebut.
Yup….., gimana komentar anda.
Semoga kita berharap apapun yang akan terjadi, secara kelembagaan hal-hal seperti ini, yang kampungan seperti ini, tidak akan merugikan sekolah dalam artian, nama baik, kredibilitas dan yang terpenting pendidikan yang buruk bagi siswa-siswi SMA Cepiring.
Sabar bung….
Wassalam

Uang Kemeng yang Bikin Hati Kemeng

Assalamualaikum wr. wb.
Adanya kesadaran akan rendahnya kesejahteraan guru menyebabkan pemerintah memberikan beberapa tambahan penghasilan yang diharapkan dapat menjaddi penambah penghasilan yang ujungnya tentulah penambahan kinerja bagi pengabdi dunia pendidikan ini. Salah satu insentif yang diberikan kepada para guru adalah penghargaan terhadap kelebihan jam wajib yang harus dilaksanakan sebagai beban kerjanya, seperti diketahui bahwa setiap guru mendapatkan beban jam wajib mengajar seanyak 18 jam pelajaran untuk guru tanpa tambahan tugas sebagai kepala sekolah atau wakil kepala sekolah. Dan insentif ini diberikan malalui dinas pendidikan dan kebudayaan setiap 3 bulan sekali, tetapi dengan perhitungan di awal tahun ajaran.
Permasalahan mulai muncul di situ karena kondisi yang terjadi pada tahun berjalan tidak lah selalu sama dengan kondisi ketika penerimaan insentif tersebut, sehingga pada akhirnya dilakukan pengaturan di lingkup sekolah. Padahal pada setiap pengambilan uang insentif kelebihan mengajaar (kemeng) ini setiap guru yang dinyatakan dalam tugas mengajarnya mengalami kelebihan diharuskan menandatangani berkas penerimaan terlebih dahulu, baru berkas tersebut diusulkan sebagai bahan penerimaan trimester tersebut.
Pada tataran sekolah masalah yang timbul adalah bahwa sesorang yang pada kenyataannya memiliki jumlah kelebihan jam akan menghitung perolehan yang mungkin akan diterima dari insentif tersebut, namun pada kenyataannya insentif yang diterima tidak sama dan biasanya kurang dari perhitungan yang telah dia lakukan.
Sebenarnya bagaimanasih penyikapan yang paling bijak dari fihak sekolah, kemudian juga dari fihak pemberi dana, tidakkan mungkin bahwa pemberian insentif tersebut diberikan pada kondisi riil yang ada pada waktu itu, sehingga tidak membuat hati menjadi kemeng seperti sekarang ini.
Barangkali kata kunci yang paling tepat di fihak sekolah adalah adanya koordinasi dan dan komunikasi yang effektif sehingga pengaturan yang terjadi memang didasarkan pada prinsip kepatutan dan kebersamaan.
Yuuuuk…., mari kita jaga kebersamaan di SMA Cepiring dengan hati yang lebih dingin dan bijak.
Nuwun

Pembangunan yo… pembangunan

Assalamualaikum wr. wb.

Keberadaan SMA Cepiring sebagai suatu lembaga pendidikan menengah umum yang telah berdiri sejak tahun 1992 telah menunjukkan perkembangan berarti dengan semakin meningkatnya sarana-prasarana, ketenagaan dan jumlah murid tentunya. Harapan dari perkembangan tersebut tentunya adalah peningkatanan kualitas dan tentunya kuantitas pendididkan yang dapat ditangani oleh SMA Cepiring. Saat ini SMA Cepiring telah berada pada sekolah dengan type B dengan 6 kelas paralel dan jumlah guru sekitar 50 orang (termasuk guru Bantu, kontrak dan GTT). Sarana pendukung pembelajaranpun semakin memadai dengan 18 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan 1 ruang Lab IPA, 1 ruang Lab Komputer, Aula, ruang guru, ruang TU, dsb.
Pada tahun pelajaran 2006/2007 ini SMA Cepiring mendapatkan kepercayaan untuk menambah 1 gedung Laboratorium Biologi dengan dana imbal swadaya sebesar 150 Jt, dengan dana pendamping 50 Juta. Gedung baru lab tersebut telah selesai di bangun.
Melalui dana APBD Kabupaten Kendal diusulkan pula pengadaan peralatan Laboratorium Biologi yang pada minggu kemaren telah terealisasi, walaupun sempat ada permasalahan pengiriman, karena barang yang diterima tidak sama dengan daftar barang yang di serahkan. Tapi alhamdulillah pada sabtu, 2 Desember 2006 kemaren masalah tersebut telah tuntas.
Pertanyaanya adalah :

  1. Benarkan bahwa pengadaan laboratorium Biologi tersebut adalah hal yang memang di butuhkan oleh sekolah?, apakah tidak lebih baik pengadaan tersebut di alihkan kepada pembangunan lain yang lebih bermanfaat dan memang sangat dibutuhkan saat ini, misalnya pembangunan laboratorium bahasa, atau ruang media, atau pengadaan peralatan Laboratorium Komputer, karena saat ini SMA Cepiring masih bekerja sama dengan fihak ketiga dalam penyelenggaraan pengajaran TIK, dimana siswa dianggap sebagai peserta kursus yang notabene terbebani pembayaran kursus yang relatif tidak murah.
  2. Bagaimana transparansi penyaluran bantuan keuangan tersebut, karena dalam pelaksanaan proyek tersebut dana pendampingan adalah dana pinjaman, artinya bukan dana milik Sekolah yang sebenarnya, kemudian bagaimana dengan kualitas hasil rpoyek tersebut. Terdengar khabar bahwa beberapa bagian keungan proyek tersebut ditalangi oleh dana dari komite, memang yang sebenarnya bagaimana sih.
  3. Bolehkah ruang yang sedianya diperuntukkan untuk Laboratorium Biologi tersebut dialihfungsikan sebagai ruang yang lain, misalnya ruang media, mengingat bahwa sudah terdapat ruang lab IPA walaupun frrekuensi penggunaannya sangat tinggi dan saat ini ruang LAB IPA sigabungfungsikan juga sebagai ruang media.

Gimana Kalo Sekolah ditinggal Pimpinannya

Ass. Wr. Wb
Kondisi kehilangan komando merupakan kondisi yang cukup tidak menyenangkan, segala sesuatunya serba kikuk, siapa yang harus nangani, siapa yang harus bertanggung jawab. Sejak tanggal 27 Nopember 2006 Kepala Sekolah mengikuti simposium Kepala sekolah di jakarta, kemudian pak Aris waka sarana mengikuti penataran fungsionaris MGMP di LPMP kemudian pak Win juga meninggalkan sekolah untuk keperluan dinas di salatiga (kalo ga salah tuh), memang di sekolah masin ada pak Muhlisin dan Bu Sulasih, tapi tetap aja kegiatan sekolah menjadi seperti ting klenyit, belum lagi datang inspeksi dari pusat tentang bantuan peralatan lab biologi, sementara penerima barang waktu itu kepala sekolah sendiri dan setelah checking ternyata ada barang yang tidak ada dalam daftar.
Yup…, barangkali jika terjadi hal yang sama di kemudian hari, kita dapat melakukan koordinasi dan kesadaran kerja yang lebih baik lagi…, ameeeennn!!!
Wassalam.

MaUnyA aPA siCH!!

Assalamualaikum wr. wb.

Masih teringat rasanya ketika pak Sugeng kurang lebih 1 tahun yang lalu mengungkap bagai keadaan sekolah kita yang dinyatakan bahwa saat ini sekolah terasa sudah “ngremboko”, perubahan positif kian hari kian terasa, keterbatasan fasilitas sekolahpun secara berangsung tertangani dengan signifikan, demikian juga dengan proses pembelajaran dan pastinya pendidikan yang dijalankan di lembaga pendidikan ini. Kedisiplinan kerja dan belajar, kebersamaan dalam menjalankan tugas dan misi pendidikan yang kita emban dengan semboyan UNGGUL DALAM PRESTASI, MULIA DALAM BUDI DAN TRAMPIL DALAM KARYA, sepertinya juga berangsur-angsur tertapaki pada jalur yang diinginkan.

Namun perlu juga di cermati bahwa dibalik ke “ngremboko-an” situasi di SMA Cepiring saat ini, terdapat keadaaan-keadaan yang……………………………