Guru Berperan Penting di Balik Pembentukan Generasi Bangsa

Semangat Dedikasi: Drs. Sugeng Tirtorejo saat pembinaan dalam upacara Hari Guru (25/11).

Semangat Dedikasi: Drs. Sugeng Tirtorejo saat pembinaan dalam upacara Hari Guru (25/11).

Upacara Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 PGRI yang dilaksanakan SMA Negeri 1 Cepiring cukup khidmat. Didaulat sebagai Pembina upacara adalah Drs. Sugeng Tirtorejo guru senior yang mengampu matematika.

 

Dalam upacara yang bertepatan dengan hari Jumat tersebut, Pak Sugeng –sapaan akrab beliau- membacakan teks sambutan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia yang pada intinya ajakan kepada para guru untuk menyadari bahwa tugas mendidik merupakan sebuah kemuliaan: tentunya yang sungguh-sungguh dan tanpa pamrih_red.

 

Bagaimana tidak, siswa adalah manusia usia muda dan merupakan generasi yang nantinya akan menjadi dewasa dan niscaya akan menggantikan tempat sebagai generasi berikutnya. Untuk itu, tentulah besar harapan bangsa ini untuk bertumpu pada siswa atau remaja saat ini sebagai penerusnya. Maka dari itu, tidak pernah terlewatkan setiap momen hari guru seperti ini, setiap pembinaan dalam upacara di sekolah selalu menyinggung bahwa siswa adalah generasi penerus bangsa. Dan itu, seorang guru memiliki peran penting dalam mewujudkannya melalui pendidikan di sekolah.

 

Di sisi lain, SMA Negeri 1 Cepiring yang diprakarsai Pengurus OSIS, memberikan penghargaan kepada guru yang dianggap memenuhi criteria yang mereka sepakati. Secara teknis pemberian penghargaan tersebut tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, yang mendapat penghargaan tersebut adalah Pak Bintoro dan Bu Siti Eka yan masing-masing mengampu Geografi dan English Conversation. Selain memberikan penghargaan, siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sertai ungkapan saran, kritik, dan usulan kepada bapak/ibu guru sesuai keinginannya.

Hal itu dipertegas kutipan Waka Kesiswaan Yoshi Rachmartdi, S.Pd, M.Pd dalam brifing guru karyawan di ruang guru usai upacara. “Mohon maaf bapak dan ibu guru, sengaja dalam angket yang kami sebarkan ke anak (siswa) ada ungkapan terima kasih dan saran, kritik, serta usulan mereka, sekali lagi apabila ada kalimat yang kurang pas mohon dimaafkan, terima kasih.” Ujar beliau menyela sebelum acara diakhiri.

 

“SELAMAT HARI GURU, HANYA KEIKHLASAN YANG MENJADIKAN SESEORANG MENDAPAT KEMULIAAN, DAN DENGAN KEMULIAAN ITULAH SESEORANG AKAN DEKAT DI SISI TUHANNYA.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: