TNI Buat Biopori di SMA 1 Cepiring

???????????????????????????????Kamis (28/8) kemarin, para anggota TNI dari koramil membuat biopori di lingkungan SMA 1 Cepiring. Menyambut ulang tahun yang ke-64, Kodam IV/Diponegoro membuat program pembuatan biopori di lingkungan seluruh instansi yang mempunyai masalah dengan resapan air.

Lubang resapan atau biasa dikenal dengan biopori adalah lubang-lubang kecil di dalam tanah serupa pori-pori yang terbentuk secara alami karena aktivitas organisme di dalamnya, seperti cacing, rayap, dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang tersebut dapat meningkatkan kemampuan tanah menahan air dengan menyirkulasikan air dan oksigen ke dalam tanah.

Dengan adanya perubahan struktur di atas dan di dalam tanah akibat pembangunan/pengolahan tanah yang dilakukan manusia seperti pertanian, deforestasi dan perumahan, pembentukan biopori secara alamiiah tidak berjalan. Sehingga diperlukan bantuan tangan manusia untuk menciptakan biopori buatan.

???????????????????????????????Dengan membuat lubang dengan diameter + 10 cm dan kedalaman + 100 cm, yang selanjutnya diisi sampah organik ternyata bisa menjadi alternatif pembentukan biopori dalam tanah. Sampah yang ada akan menjadi makanan organisme-organisme tanah dan meningkatkan aktivitas organisme tersebut sehingga bisa menambah luasan biopori di sekitarnya. Jumlah lubang bisa disesuaikan dengan kebutuhan luas wilayahnya. Semakin  banyak jumlah biopori akan semakin baik.

Biopori dibutuhkan karena tanah di lingkungan SMA 1 Cepiring sudah masuk kategori tanah yang daya resapnya sudah rendah. Itu terbukti setiap kali musim penghujan tiba, lingkungan sekolah selalu tergenang air. Menurut Aris Gunawan, Wakasek bagian sarana dan prasarana, rendahnya daya resap tersebut diakibatkan beberapa faktor. Seperti banyaknya tanah sawah yang sudah berubah menjadi lahan bangunan atau tanah kapling sehingga daya tampung air menjadi (sangat) berkurang. “Banyaknya perumahan-perumahan menjadikan ruang tampung air berkurang. (Untuk mengurangi genangan air) Maka (pembuatan) biopori ini diperlukan, dan sampahnya pun bisa dijadikan kompos” tutur guru pengampu kimia tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: