Dikira Orang Gila, Asa Unjuk Pesona

BUKAN ORANG GILA: aksi teatrikal dari IAIN Semarang.

BUKAN ORANG GILA: aksi teatrikal dari IAIN Semarang.

Rambut keriting, (seperti) tak terurus, pakaian selengekan, pokoknya serba tidak karuan. Berteriak, berlari, meneriaki orang-orang yang (sepertinya) tuli dan (mungkin) tidak mau peduli. Tetapi, mereka yang serba tidak karuan itu tidak berhenti berteriak, tidak mengurangi harapan untuk berlari, bahkan semakin keras meneriaki mereka yang “tuli” atau “sengaja tidak peduli”.

“Banjir..! Banjir..! Awas banjir..” kalimat teatrikal yang diserukan oleh orang yang serba tidak karuan. Diteriakan di halaman tengah kampus SMA 1 Cepiring. Disaksikan sekitar 700-an pasang mata -siswa dan guru, para orang serba tidak karuan yang tidak lain para mahasiswa IAIN Walisongo Semarang tersebut sedang melakukan pertunjukan. Mereka tergabung dalam kelompok teater ASA.

Mereka mengusung tema yang akhir-akhir ini menjadi bahan berita yang selalu menjadi informasi utama bagi berbagai media massa. Air yang menggenang. Air yang meluap karena kapasitas tidak cukup. Air yang menghanyutkan dengan debit yang tinggi. Bukan banjir-nya yang dipersoalkan. Tetapi, pesan di balik itu. Yah, tema yang mereka usung dalam teatrikal 10 menit itu adalah “jangan buang sampah sembarangan”.

Diakui atau tidak, dengan mengedepankan data ilmiah tanpa mengesampingkan kuasa Tuhan, banjir adalah kondisi air yang melebihi kapasitas media yang ditempati atau yang dilaluinya. “Pesan yang kami sampaikan sebenarnya sederhana. Agar kita jangan membuang sampah sembarangan” ujar Anwar salah seorang mahasiswa yang dijadikan sebagai ketua rombongan.

Membuang sampah di sembarang tempat -termasuk di sungai- memang masih banyak dijumpai. Tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi kelak. Apakah mereka tidak tahu dampak buruknya? Atau -bahkan yang paling parah- tidak mau tahu. Itulah sebabnya, para pelaku teater ASA -yang sempat disangka orang gila tersebut- memberitahukan dan mengajak kepada civitas SMA 1 Cepiring untuk membuang sampah pada tempatnya. “Tak kira wong edan mulane tak kon ngusir, jebule cah teater” (Saya kira orang gila makanya tak suruh untuk diusir keluar, ternyata anak-anak teater (teater ASA, IAIN Semarang).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: