(Internal) Parade Musik Kelas SMA 1 Cepiring

Pada Minggu (24/11) kemarin, ekskul Musik milik SMA 1 Cepiring mengadakan pertunjukan sederhana, Parade Musik Kelas. Ekskul bimbingan Mas Budi Sipit itu berlangsung cukup sederhana tetapi cukup meriah. Bertempat di halaman depan sekolah, di bawah rindangnya pohon beringin (mengapit kanan dan kiri), seolah telah membentuk panggung aksi untuk para band peserta parade.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Prestasi Non-akademik Masih Mendominasi

Meraih prestasi dalam bidang akademik (olimpiade mata pelajaran atau sejenisnya) nampaknya tidak mudah bagi SMA 1 Cepiring. Namun demikian, bukan berarti siswa SMA 1 Cepiring tidak bisa berprestasi demi mengharumkan almamaternya.

???????????????????????????????Beberapa pekan yang lalu, dalam lomba “Sprint Contes” yang merupakan cabang lomba atletik, dua penghargaan mampu disumbangkan oleh Muhammad Wahyu AP (kelas X) dan Indah Yuliani juda dari tingkat kelas yang sama. Dalam ajang tahunan yang diperuntukkan SMA/SMK/MA tingkat kabupaten, keduanya meraih prestasi yang masing-masing juara II dan Harapan III: 100 meter putra dan 100 putri.

Selain itu, raihan prestasi juga dipersembahkan dari cabang bola tangan, basket putra dan basket putri masing-masing meraih juara 3 tingkat kabupaten dalam ajang Perbasi CUP ke-9.

Hari Guru: Ada “Guru yang Paling” di SMA 1 Cepiring

Di dalam pendidikan, guru mempunyai tiga tugas pokok yang bisa dilaksanakan yaitu tugas profesional, tugas kemasyarakatan dan tugas manusiawi.

Tugas profesional adalah tugas yang berhubungan dengan profesinya. Tugas profesional ini meliputi tugas untuk mendidik, untuk mengajar dan tugas untuk melatih. Mendidik mempunyai arti untuk meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar mempunyai arti untuk meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi, dan tugas melatih mempunyai arti untuk mengembangkan keterampilan.

Tugas manusiawi merupakan tugas sebagai seorang manusia. Guru harus bisa menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua bagi murid. Guru harus bisa menarik simpatik sehingga dia menjadi idola bagi siswa.

???????????????????????????????Sisi lain peringatan Hari Guru di SMA 1 Cepiring: unik dan mengesankan. SMA 1 Cepiring (pada hari sebelumya) mengisi peringatan Hari Guru Nasional tersebut dengan program Jajak Pendapat atau polling tentang guru yang mengajar di SMA 1 Cepiring. Guru yang Paling, begitulah judul programnya. Layaknya lembaga survei, program yang dikomandani Drs. Winarno (waka kurikulum) dan dibantu pengurus OSIS itu melibatkan seluruh siswa untuk menilai guru sesuai dengan kategori dan kriteria.

Baca lebih lanjut

Guru adalah Agen Perubahan

Hari Guru Nasional atau dikenal dengan sebutan lain Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), diperingati dengan bentuk kegiatan upacara: setiap 25 November.

???????????????????????????????Senin (25/11) pagi (lebih tepatnya pagi tadi), SMA 1 Cepiring melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Guru Nasional atau HUT PGRI ke 68. Drs. Junaidi Rosid yang mendapat tugas bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan tiga hal mendasar berkaitan dengan peringatan hari guru tersebut.

Baca lebih lanjut

Pelajar Masuk Usia 17, Wajib Poto e-KTP

???????????????????????????????

BEGILIR: pemotretan e-KTP dilakukan di GOR sekolah.

Hari Ini (14/11), Dinas Kependudukan Kabupaten Kendal melakukan pemotretan untuk poto KTP elektronik di SMA 1 Cepiring. Dimulai pada pukul 10.00, pemotretan tersebut dimaksudkan mendata jiwa penduduk dari kalangan pelajar yang belum terjaring pada program e-KTP tahun lalu. Sebagian besar siswa yang melakukan sesi poto duduk di kelas duabelas. Di tengah proses berjalan, sempat terjadi mati lampu, namun bukan menjadi kendala serius karena diantipisipasi dengan mesin genset.

Latih Siswa Menabung dengan “Celengan

SATU-SATU: salah seorang siswa mengambil celengan untuk satu kelas.

SATU-SATU: salah seorang siswa mengambil celengan untuk dibagi di kelas (Juli 2013).

Sejenis gerabah (terbuat tanah liat) berbentuk sedemikian rupa, memiliki lubang sempit (di bagian atas dengan lebar cukup untuk memasukan uang logam) sehingga bisa dijadikan sebagai tempat menyimpan uang, itulah celengan (jawa).

Baca lebih lanjut