Wawasan Kebangsaan di SMA 1 Cepiring

Meski tidak melibatkan kelas XII -karena lebih fokus untuk persiapan UN- sebagai peserta, kegiatan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan SMA 1 Cepiring, cukup memberi kesan seriusnya kegiatan tersebut.

tni ???????????????????????????????

Pagi tadi (senin, 4/3) SMA 1 Cepiring bekerja sama dengan Kodim dan Koramil mengadakan kegiatan Wawasan Wiyata Mandala. Dibuka oleh Kepala Sekolah, Siswanto, S.Pd, kegiatan yang dilokasikan di gedung aula sekolah tersebut berjalan cukup khidmad. Meskipun cuaca di luar sedikit panas, tidak membuat para siswa menjadi gerah seiring kalimat perkenalan oleh Kapten Infanteri Suaryanto. Pria kelahiran Magelang ini mampu mencairkan suasana dengan penyampaian yang dibumbui dengan guyonan tapi tetap serius.

Didampingi Peltu Suselo, Serda Agus, dan Kopka M. Halim -kesemuanya dari Kodim Kendal, Kapt.If. Suaryanto mengawali materi pemahaman kebangsaan  dengan pembentukan karakter anak bangsa. “Saat ini Indonesia tengah menghadapi ujian yang sangat berat mulai dari sparatisme, radikalisme, dan KKN, termasuk perekrutan generasi muda oleh kelompok-kelompok teroris. Agar ada kemauan  yang kuat dalam membangun bangsa ini maka 4 (empat) pilar kebangsaan harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkukuh ketahanan nasional” kata beliau dengan nada serius.

4 (empat) pilar yang dimaksud adalah melaksanakan UUD 1945, mengamalkan isi Pancasila, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mengakui dan menerima perbedaan dalam Bhineka Tunggal Ika. Kondisi saat ini, masih menurut beliau, generasi anak bangsa mulai mengalami pergeseran karakter. Diantaranya sikap sopan dan santun yang mulai luntur, tidak bisa menempatkan berbicara dan bersikap antara teman sebaya dan orang tua atau orang yang lebih dituakan. Kemauan yang lemah, yang bisa menghambat seseorang dalam mencapai kesuksesan karena tidak punya tekat yang kuat dilandasi dengan kemauan yang kuat. Selain itu, sikap yang mudah tersinggung dan ikut-ikutan dalam hal yang bersifat negatif sangat meresahkan para orang tua. Hal ini yang akhirnya bisa berakibat terjadinya tawuran atau perkelahian baik antarindividu maupun antarkelompok. Yang terakhir adalah kurangnya rasa setia kawan terhadap sesama menimbulkan sikap acuh tak acuh atau tidak peduli pada sesuatu yang mestinya butuh perhatian atau pertolongan.

Sejatinya, pada dasarnya membangun karakter bangsa itu dimulai dari lingkungan terkecil, rumah atau keluarga, lingkungan msyarakat, lingkungan pendidikan sampai lingkungan teratas sehingga tercipta negara yang kuat.

Acara yang berlangsung 2 jam tersebut juga diisi oleh Dan Ramil Cepiring, Kapten Infanteri Hadi Purnomo yang didampingi Bapinsa Serka Riyanto, yang kemudian diakhiri tepat pukul 12 siang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: