Sempat Kacau, UKG Akhirnya Selesai (gelombang I)

Pak Siswanto mendampingi tim peninjau dari Dinas Pendidikan Kendal

Meskipun sempat mengalami kekacauan di hari pertama -karena server error dari pusat-, Uji Kompetensi Guru atau UKG  sebagai bentuk kelanjutan sarat guru bersertifikasi telah selesai kemarin (Senin,6/8). Uji kompetensi ini memang dikerjakan secara online, artinya membutuhkan perangkat dan mekanisme secara modern. Sehingga, di sini muncul tuntutan yang signifikan kepada peserta ujian untuk wajib mengenal segala yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Dimana di dalamnya terdapat perangkat komputer dan perangkat lain sebagai penunjang, seperti modem internet dan sebagainya.

Namun begitu, bukan berarti masalah telah selesai. Untuk bisa mengoperasikan komputer, seseorang tidak bisa sekali belajar, sentuh komputer langsung bisa mengoperasikannya. Tetapi perlu latihan atau kebiasaan menggunakan perangkat modern tersebut. Sedangkan, kondisi masyarakat (guru) di Indonesia khususnya di Kendal sendiri, masih merasa asing dengan keberadaan perangkat komputer. Ada anggapan selain biayanya mahal, pola pikir juga mempengaruhi perkembangan kebiasaan guru dalam penggunaan alat ini.

Nah, andai saja pelaksanaan UKG pada hari pertama, Senin (30/7) yang lalu berjalan lancar, ini bisa menjadi tonggak sejarah. Sebab, UKG merupakan uji kompetensi khusus guru bersertifikasi yang dijalankan secara online untuk pertama kalinya. Peserta ujian tinggal memilih jawaban dengan meng-klik jawaban A, B, C, atau D pada monitor yang langsung terhubung ke server pusat, yaitu Kemendikbud.

Dalam sekup Jawa Tengah, Kendal termasuk yang paling lancar pelaksanaan UKG ini. Selain koneksi jaringan, jumlah perangkat yang disediakan untuk peserta ujian cukup memadahi. Berdasar hasil akhir yang diperoleh, untuk wilayah Kendal sendiri, SMA 1 Cepiring untuk sementara menorehkan catatan bagus karena salah satu gurunya, Yoshi Rachmartdi, S.Pd, guru mapel Kimia, tercatat sebagai peserta dengan nilai tertinggi yaitu 84. Sedangkan peserta UKG yang bertempat di SMA 1 Cepiring, dari kurang lebih 400 guru jenjang SD, SMP dan SMA, yang memiliki sarat kelulusan nilai hanya 4 orang, masing-masing 2 orang guru dari tingkat SMP dan SMA.

Sesuai dengan jadwal dari pusat, untuk peserta yang gagal melaksanakan ujian pada hari pertama dan peserta lain yang belum mengikuti ujian pada gelombang pertama ini karena sesuatu hal, akan diujikan pada gelombang kedua, awal Oktober nanti. Sedangkan untuk peserta ujian yang tidak lulus harus mengikuti PLPG.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: