Ciptakan Layanan Pendidikan Melalui Outbond, Pacu Adrenalin dengan Rafting

“Semangat pagi..!!” Kalimat sapa yang berisi semangat yang terus disematkan oleh pemandu kegiatan Outbond yang juga dijawab dengan penuh semangat oleh peserta secara kompak, “Pagi..!!”.

Yah, mengisi masa reses bagi guru dan karyawan sebelum berkutat pada kegiatan Penerimaan Murid Baru 2013 pada awal masa liburan kemarin (Rabu, 20/6), Kepala Sekolah, Siswanto, S.Pd mengajak keluarga besar SMA 1 Cepiring untuk sedikit merecovery semangat mereka dengan kegiatan outbond –baik bersifat fun maupun yang sedikit mamacu adrenalin- ke “Kawasan Orang Utan” di daerah Magelang.

Rombongan berangkat dari sekolah pada Rabu (20/6) sore sekitar jam 15.00 menuju Magelang dan singgah terlebih dahulu di sebuah hotel di daerah sekitar tempat tujuan untuk istirahat. Keesokan paginya, setelah semua selesai sarapan pagi, sekitar pukul 08.00 rombongan bertolak menuju “Kawasan Orang Utan” yang berjarak tempuh kurang lebih 30 menit.

Sesuai dengan arahan  Tour Leader (TL) dari “Maheswara Tour”, Ali Purnomo, rombongan dibawa menuju salah satu lokasi untuk kegiatan outbond tersebut. “Semangat Pagiii…!!” “Pagiii..!!” kalimat yang selalu dilontarkan oleh pemandu outbond di sela-sela kegiatan berlangsung dengan nada semangat yang juga harus dijawab dengan semangat para peserta.

Outbond yang pertama ini merupakan kegiatan yang bersifat fun atau terkandung unsur bermain tetapi pada hakekatnya adalah sebuah konsep semangat kerja sama pada sebuah organisasi atau kelompok yang pada akhirnya bertujuan meraih sebuah hasil yang dilakukan secara bersama oleh kelompok tersebut. Dalam hal ini, oleh pemandu disampaikan 3 hal pokok dalam kegiatan: Semua tidak semudah yang dilihat/dibayangkan, Jangan pernah menganggap enteng/remeh, Semua kegiatan harus ada Standard Prosedur Operasional (SOP). Selain itu juga ditambahkan prinsip kegiatan/kerja: fokus, dilaksanakan (dipraktekan), dan evaluasi atau penilaian.

Para peserta nampak nyaman mengikuti acara ini, tak ketinggalan Pak Sis -panggilan akrab Siswanto, S.Pd, Kepsek- yang kala itu mengenakan kaus merah dipadu celana trining hitam juga sangat antusias -meskipun dalam permainan tersebut jabatan dan awalan Pak serta Bu harus ditiadakan sesuai aturan main- mengikuti seluruh instruksi pemandu kegiatan. Dan, outbond yang pertama ini harus selesai setelah jarum jam menunjuk pada angka 12. Sebelum kegiatan dibubarkan untuk melakukan makan siang, perwakilan peserta yang sebelumnya terbagi dua kelompok untuk memberikan ulasan masing-masing mengenai kegiatan yang baru saja dilakukan. Kelompok pertama -yang pada saat itu diberi nama kelompok kucing- diwakili Pak Juned yang kemudian dilengkapi oleh Pak Lisin, kemudian dilanjutkan oleh Pak Yoshi selaku perwakilan dari kelompok kedua -kelompok kambing.

Setelah rehat kurang lebih satu jam -untuk ibadah dan makan siang- oleh Mas Ali rombongan digiring menaiki “opelet” menuju kawasan  Sungai Elo . Kali ini, outbond kedua ini tidak sekedar bermain seperti halnya kegiatan pertama melainkan kegiatan bersifat memacu adrenalin dan menguji keberanian. Kira-kira mereka diajak apa ya?

Yup, betul sekali tebakan Anda, Rafting. Alias arung jeram.

Sesampai di sana, rombongan langsung beralih komando. Pemandu Arung Jeram, Mas Toyeng -begitu sapaan akrabnya- membagi peserta menjadi 7 kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang dengan didampingi satu pemandu. Panjang lebar mas Toyeng memberikan arahan kepada peserta bagaimana berarung jeram yang aman dan nyaman. Sebelum itu, peserta sudah memakai pelindung yaitu rompi pelampung dan helm sesuai instruksi pemandu. Para peserta diajak mengarungi sungai Sungai Elo dengan lintasan sepanjang 16 km dalam waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam dengan memakai perahu karet. Pukul 14.00 wib, kelompok pertama mulai mengayunkan dayung dilanjutkan sampai kelompok terakhir.

“Aaaa…”

“huaaahhkk…”

“Awas, merunduk..”

“Ayo, dayung kanan”, “Dayung kiri..!”

Teriakan-teriakan dan jeritan serta aba-aba atau komando dari pemandu selalu mengiringi perjalanan mereka dalam mengarungi sungai. Yang kadang membuat jengkel tetapi asik, tingkah polah jahil dari pemandu yang dengan sengaja memercikan air ke muka rombongan lain dan kadang menarik salah satu peserta supaya jatuh ke air. Namun, semua itu dalam rangka mengisi suasana yang tegang supaya lebih cair. Dan, ternyata ada benarnya. Dari beberapa peserta yang semula katanya tidak bisa berenang  dan takut akan kegiatan ekstrim air ini, mengaku senang dan menikmati sepanjang perjalanan dengan tingkah polah para pemandu -yang pada akhirnya juga ditiru oleh para peserta. Di tengah perjalanan, pada suatu tempat peserta diajak menepi untuk rehat sejenak. Mereka disuguhi air kelapa muda dan camilan sebagai pelepas dahaga dan -paling tidak- sebagai pengganjal perut karena melakukan perjalan cukup melelahkan. Setelah cukup istirahat dan menikmati hidangan, peserta kembali menuju perahu masing-masing untuk menuju batas akhir perjalanan. Dan, akhirnya sampai. Kemudian rombongan kembali ke “Kawasan Orang Utan” untuk mandi dan makan malam yang kemudian dilanjutkan perjalan pulang ke Kendal. Sekitar pukul 01.00 dini hari rombongan tiba di SMA 1 Cepiring.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: