Karya Wisata Bali 2012

DREAMLAND, wisata pantai di Pecatu, Uluwatu

Sebagai bentuk pendidikan yang bersifat rekreasi, SMA 1 Cepiring memiliki tradisi tahunan, “Karya Wisata ke Bali”. Dengan orientasi pesertanya adalah kelas XI. Tahun ini, studi wisata dilaksanakan pada 19-23 April 2012 kemarin.

Pukul 2 siang (Kamis,19/4), setelah melakukan serangkaian persiapan -termasuk upacara pemberangkatan,  dari kampus SMA 1 Cepiring, rombongan bertolak menuju ke tujuan, Pulau Bali, yang memiliki sebutan lain Pulau Dewata. Tiba di Pelabuhan Gilimanuk (Bali), Jumat (20/4), sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Itupun mundur 6 jam dari waktu yang dijadwalkan karena terjadi kendala selama perjalanan -macet di wilayah Demak dan penggantian ban mobil di daerah Pasuruan. Di Ketapang pun (daerah pelabuhan) rombongan sempat isitirahat menunaikan ibadah solat Jumat.

Tanah Lot, menjadi agenda di Hari Pertama tujuan wisata sekaligus untuk rehat makan siang -sebelumnya rombongan sempat istirahat untuk solat. Pura -tempat ibadah umat Hindu- yang berada di atas bukit merupakan daya tarik yang ditawarkan Tanah Lot sebagai obyek wisata selain ular suci -dikeramatkan oleh warga setempat- dan air penghidupan yang berada di bawah sekitar bukit tersebut. Juga, matahari terbenam ikut menambahi keindahan wisata di sana karena rombongan tiba sekitar pukul 4 sore. Selanjutnya, rombongan menuju hotel untuk check in dan istirahat, setelah makan malam dalam perjalanan.

Setelah menikmati Sarapan pagi, di Hari Kedua di Bali ini, Pantai Sanur sebagai tujuan wisata berikutnya (tiba jam 9 pagi waktu setempat) yang dilanjutkan  menuju pertunjukan Tari Barong. Tarian khas Bali yang menyuguhkan cerita perang (perlawanan) antara “kebaikan” yang divisualkan oleh Barong dengan “kebatilan” -yang diperankan oleh si Rangda- dan akhirnya dimenangkan oleh “si Barong” sebagai simbol kebaikan. Tidak hanya itu, dalam tarian pun diselingi dengan tingkah polah kocak para pengiring dari masing-masing lakon (Barong dan Rangda) yang mengundang tawa para penonton.

Setelah meninggalkan tempat pertunjukan, rombongan mampir sejenak di “Cah Ayu” salah satu penyedia oleh-oleh khas Bali sebelum menikmati salah satu situs legenda Indonesia yang menjadi ikon cagar budaya di Bali, Istana Tampak Siring pada pukul 12.00 WIT.

Tempat yang disebut terakhir adalah sebuah bangunan yang proses berdirinya memakan waktu tiga tahun (1957-1960) atas prakarsa Presiden RI pertama Soekarno sebagai istana kepresidenan, Istana Tampak Siring. Nama tersebut diambil dari bahasa Bali, Tampak yang berarti “telapak” dan Siring yang memiliki arti “miring”. Dan konon, menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas telapak kaki seorang Raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, tetapi bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Sebagai akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra -dalam kepercayaan Hindu sebagai Dewa pengatur cuaca dan Raja Kahyangan- marah dan mengirimkan balatentaranya untuk menghacurkannya. Namun, Mayadenawa berlari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap agar para pengejarnya tidak mengenali bahwa jejak yang ditinggalkannya itu adalah jejak manusia, yaitu jejak Mayadenawa.

Usaha Mayadenawa gagal. Akhirnya ia ditangkap oleh para pengejarnya. Namun, sebelum itu, dengan sisa-sisa kesaktiannya ia berhasil menciptakan mata air beracun yang menyebabkan banyak kematian bagi para pengejarnya setelah mereka meminum air dari mata air ciptaannya itu. Batara Indra pun menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun tersebut. Air Penawar racun itu diberi nama Tirta Empul (yang bermakna ‘air suci’). Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah wilayah ini kemudian menjadi sebuah desa yang dikenal dengan nama Tampaksiring.

Menurut riwayatnya, di salah satu sudut kawasan Istana Tampaksiring, menghadap kolam Tirta Empul di kaki bukit, dulu pernah ada bangunan peristirahatan milik Kerajaan Gianyar. Di atas lahan itulah sekarang berdiri Wisma Merdeka , yaitu bagian dari Istana Tampaksiring yang pertama kali dibangun.

Setelah kurang lebih dua setengah jam kelelahan menikmati Istana Tampaksiring, rombongan diajak ke pusat oleh-oleh kedua kalinya, Pasar Seni Sukowati, pasar tradisional terbesar di Bali. Tujuan terakhir hari itu adalah sebuah pantai ikon internasional bagi Indonesia, yang terkenal dengan pasir putihnya yang eksotis dan pemandangan sunset di sore hari, Pantai Kuta. Dua jam kemudian, sekitar pukul 21.00 wit, rombongan tiba kembali ke hotel untuk makan malam dan istirahat guna mengembalikan energi yang terkuras untuk kunjungan wisata di hari berikutnya.

Hari Ketiga, (Minggu, 22/4) merupakan hari terakhir bagi rombongan SMA 1 Cepiring dalam kunjungan Karya Wisata ke Bali. Sebagai tujuan pertama adalah Tanjung Benoa (pukul 08.00 wit) yang dilanjutkan ke Dreamland, tempat wisata di Pecatu, Uluwatu yang juga menawarkan keeksotisan pantai selain Kuta. Dua jam berselang, sekitar pukul 1 siang, rombongan beralih ke obyek berikutnya, Jogger. Sebuah toko yang cukup besar dan kenamaan yang menjajakan (sebagian besar) kaos khas Bali. Khas, karena Jogger hanya ada di pulau ini. Dengan kreativitas tulisan yang unik dan aneh serta gambar yang khas ala toko produk tersebut, Jogger mampu memikat para pengunjung untuk datang dan membeli produk (kebanyakan berupa kaos) dari sana. Waktu menunjukkan pukul 16.00 waktu setempat, saatnya mengakhiri waktu 2 jam untuk belanja yang diberikan oleh panitia dan segera menuju obyek wisata terakhir yang diagendakan, Bedugul. Sebuah danau yang dikelilingi perbukitan yang di tengahnya terdapat daratan dan berdiri sebuah pura peribadatan umat setempat. Dari bibir danau, pengunjung akan diantar dengan perahu motor untuk menuju ke pura tersebut. Setelah kurang lebih satu setengah jam menghabiskan waktu di sana, berarti selesailah kunjungan Karya Wisata ke Bali 2012. Pukul setengah tujuh malam rombongan SMA 1 Cepiring segera naik ke bis masing-masing (ada 4 armada) untuk menuju Pelabuhan Gilimanuk, pulang ke Tanah Jawa. Hanya butuh waktu setengah jam untuk menyeberang, sekitar pukul 19.00 WIB, armada rombongan sudah turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyu Wangi, Jawa Timur.

Serangkaian perjalanan panjang dan melelahkan pun kembali ditempuh. Akhirnya, rombongan tiba di Kampus SMA 1 Cepiring dengan selamat, pada pukul 16.00 WIB. Dan, selesai pula tugas Maheswara Tour Semarang selaku partner biro mengantarkan rombongan SMA 1 Cepiring dalam Karya Wisata ke Bali tahun 2012 ini.

See you next time.. bye-bye….

Satu Tanggapan

  1. Dengan karya wisata, disamping bisa jadi penyegaran pada para siswa, juga sebagai ajang pengenalan lingkungan. Bahwasanya tanah air kita ini indah dan permai….

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

    ya, betul, terima kasih atas kunjungannya
    salam kenal balik dari kami semoga Indonesia tetap indah, dan damai..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: