SMA CEPIRING, SEKOLAH UNTUK PESERTA DIDIK KURANG MAMPU

Assalamualaikum wr. wb.

Setiap warga negara berhak atas pendidan yang layak, hal ini jelas tetuang dalam UUD Negara Indonesia, namun pada kenyataannya untuk mendapatkan pelayanan tersebut masih banyak masyarakat yang harus menahan diri untuk tidak mendapatkan kelayakan pendidikan dikarenakan biaya pendidikan yang tinggi di setiap jengang sekolah. Banyak hal yang menyebabkan timbulnya gambaran (baca: kenyataan) tersebut di masyarakat. Sekolah tidak hanya berarti pembayaran uang sekolah saja, masih banyak biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan orang tua untuk dapat mensekolahkan anaknya, dari mulai pembelian peralatan sekolah, seragam, kegiatan-kegiatan sekolah tak teranggarkan, membuat paradigma tentang “kemahalan” sekolah tidak dapat dipungkiri lagi.

Pada kenyataannya, memang Pendidikan warga negara (siswa) tidaklah menjadi tanggung jawab dari pemerintah saja, namun juga ada keterlibatan dari masyarakat, sekolah dan keluarga untuk ikut bertanggung jawab dalam hal ini.

Pemerintah melalui Dinas Pendidikan telah mencoba melakukan usaha-usaha untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas/pemerataan kesempatan pendidikan melalui berbagai cara, beberapa diantaranya adalah dengan mengucurkan beasiswa bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu untuk membantu pembiayaan pendidikan di sekolah, diantaranya adalah program BKM (Bantuan Khusus Murid), BKKM (Bantuan Keluarga Kurang Mampu) dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Masyarakatpun sepertinya tidak kalah prihatin dalam permasalahan ini, baik dalam skala nasional maupun lokal juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan Beasiswa seperti GNOTA (Gerakan nasional Orang Tua Asuh) yang diselenggarakan secara Nasional, GSOTA (Gerakan Sekolah Orang Tua Asuh) yang diselenggarakan di sekolah-sekolah seperti di SMA 1 Cepiring.

Demikian juga dari Dunia Industri dan Dunia Usaha, yang juga mengucurkan beberapa beasiswa seperti yang diselenggarakan oleh Group Sampoerna dan perusahaan-perusahaan lainnya.

SMA Negeri 1 Cepiring sebagai sebuah lembaga pendidikan jenjang menengah atas di kabupaten Kendal juga tidak terlepas dari permasalahan ini, idealnya memang sekolah tidak anti terhadap rakyat miskin yang pada tindak lanjutnya adalah dengan memberikan fasilitasi untuk siswa tersebut guna mendapatkan beasiswa dari beberapa fihak yang dapat diraih.

Beberapa Beasiswa yang telah dan sedang dikucurkan kepada siswa diantaranya adalah :

  1. BKM (Bantuan Khusus Murid), pada bantuan ini setiap siswa mendapatkan bantuan pembayaran uang sekolah sebesar Rp. 390.000,- setiap semester, dan untuk tahun Pelajaran 2010/2011 sekolah mendapatkan bantuan bagi 49 siswa dari keluarga kurang mampu dan untuk tahun 2011/2011 mendapat alokasi bagi 50 siswa.
  2. BKKM ( Bantuan Khusus Keluarga Miskin), bantuan ini diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu dan memiliki prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, jumlah bantuan adalah sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) setiap tahun. Setiap tahunnya SMA Cepiring mendapat alokasi untuk beasiswa ini bagi 8 orang siswa.
  3. GNOTA (Gerakan nasional Orang Tua Asuh), bantuan yang dilaksanakan secara Nasional dan mulai digalakkan kembali di Kabupaten Kendal ini memberikan beasiswa sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) pertahun kepada setiap siswa, dan tahun ini alokasi yang didapatkan adalah untuk 5 orang siswa.
  4. Beasiswa Alumni, salah satu progam dari Alumni SMA 1 Kendal adalah memberikan beasiswa kepada siswa kurang mampu untuk mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp. 300.000,- setiap tahun, untuk tahun ini terdapat 3 orang yang mendapatkan bantuan ini.
  5. GSOTA (Gerakan Sekolah Orang Tua Asuh), beasiswa ini di kelola secara lokal dan mandiri oleh guru-guru dan karyawan SMA 1 Cepiring, Dengan mekanisme pemberian beasiswa secara insidental kepada siswa yang bermasalah dengan pembayaran uang sekolah dan setiap tahun kurang lebih disalurkan Rp. 4.000.000 ( empat juta rupiah) kepada siswa tersebut.

Mulai tahun 2012 Pemerintah mengucurkan program Rintisan Bantuan Operasional Sekolah (R-BOS) Sekolah Menengah, alokasi dana ini dipergunakan untuk membebaskan dan atau memberikan keringanan (fee waive dan atau discount fee) taginah biaya pendidikan bagi siswa miskin.

Dana yang didapatkan SMA Cepiring pada program R-BOS Sekolah Menengah sebesar Rp. 79.800.000,- (Tujuh puluh Sembilan Juta Delapan ratus ribu rupiah) yang dipergunakan untuk membantu siswa dengan pendistribusian :

  1. Pembebasan total : 8 Siswa
  2. Keringanan 67% : 17 Siswa
  3. Keringanan 50% : 12 Siswa
  4. Keringanan 33% : 105 siswa

Sehingga total peserta didik yang terbantukan dari program ini adalah 142 siswa.

Dari data yang terbaca di atas, sebenarnya tidak ada alasan bagi orang tua siswa untuk “takut” menyekolahkan anak walaupun berasal dari keluarga yang kurang mampu, sekolah dalam hal ini SMA Cepiring akan berusaha semaksimal mungkin guna memberikan fasilitasi dan bantuan bagi siswa melalui Beasiswa yang berlapis sehingga dimungkinkan keterjaminan sekolah bagi siswa dapat tertunaikan.

Wassalamualakum wr. wb.

Satu Tanggapan

  1. sma cepiring terjangkau dan bermutu(sopan and disiplin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: