Lestarikan Budaya Indonesia, Siswa Diajari Membatik

Setelah penat berkutat dengan pelajaran kurikuler pagi (ilmu sosial, eksak maupun bahasa) para siswa diajak pada kegiatan hiburan yang mendidik melalui membatik.

Batik merupakan inventaris budaya asli yang dimiliki Indonesia, karena itu sebagai warga negara yang baik mestinya jangan sampai tidak tahu budaya-budaya yang ada di Indonesia. Pengenalan budaya tersebut bisa dimulai di rumah, di sekolah atau di tempat lainnya yang bisa dijadikan sebagai tempat pendidikan, baik formal ataupun nonformal.

Kembali ke masalah batik, SMA 1 Cepiring melalui kurikuler Seni Rupa yang dibimbing oleh Bu Surtikanthi selaku guru seni, mengenalkan para siswa pada salah satu budaya Indonesia berupa batik. Dalam membatik, untuk menghasilkan barang jadi yang bernilai produktif tentunya tidaklah mudah apalagi bagi pemula. Namun, kata guru yang sebelumnya mengajar di SMA 1 Limbangan itu, semua bisa dipelajari. “Asalkan ada kemauan dan ketekunan, tentunya tidak ada yang tidak mungkin” terang beliau.

Sejatinya, pelajaran membatik ini adalah bagian dari pengenalan budaya Indonesia sehingga siswa sekedar dituntut untuk mengetahui salah satu budaya tersebut dan bagaimana prosesnya. “Harapanya siswa jadi tahu kalau itu (batik) adalah bagian dari budaya kita (Indonesia). Kalau toh sampai ada yang menekuni dan menjadikan sebagai kegiatan yang mendatangkan penghasilan, ya sekolah tentunya sangat senang”imbuh ibu satu anak ini.

Secara umum, proses membatik itu sama, hanya ketekunan dan kemampuan masing-masing individu yang menjadikan hasilnya bernilai berbeda. Sebelum mengenal proses, siswa dikenalkan pada alat-alat yang digunakan, seperti: 1) Kain Mori (bias terbuat dari sutra, katun, atau campuran kain polyester); 2) Pensil; 3) Canting atau alat tulis batik; 4) Gawangan (tempat sampiran kain ketika membatik); 5) Lilin cair; 6) Panci kecil (untuk tempat lilin); 7) Kompor kecil (untuk memanaskan lilin); 8) Larutan pewarna.

Setelah itu mereka dihadapkan pada proses. Berikut adalah tahapan-tahapan membuat batik tulis:

  1. Pertama, kita buat dahuludesain batik dengan menggunakan pensil. Bagi pemula untuk melakukan Desain batik atau yang  disebut molani ini disarankan untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada saja dahulu.
  2. Setelah pembuatan molani selesai, langkah selanjutnya adalah melukis dengan lilin cair menggunakan canting mengikuti pola yang sebelumnya sudah dibuat.
  3. Tutup dengan lilin bagian-bagian yang akan tetap tidak berwarna. Gunakan canting pada bagian yang mendetail, dan gunakan kuas pada area yang besar.
  4. Tahap keempat adalah proses pewarnaan dengan cara mencelupkan kain tersebut ke larutan pewarna tertentu.
  5. Jemur kain yang telah dicelupkan tadi sampai kering.
  6. Jika kita menginginkan beberapa warna pada batik yang kita buat, maka proses 3, 4, dan 5 bisa diulang beberapa kali tergantung jumlah warna yang kita inginkan.
  7. Setelah itu adalah proses nglorot, dimana kain yang telah berubah warna tadi direbus dengan air panas. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan lilin sehingga motif yang telah digambar menjadi terlihat jelas.
  8. Kain batik tadi tentu perlu dicuci supaya bersih, ini adalah proses terakhir dari pembuatan batik, yaitu mencuci kemudian keringkan dengan cara dijemur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: