Latih Keterampilan Siswa dengan Memasak

Sekolah merupakan salah satu tempat dalam melakukan pendidikan dan pengajaran. Dari sikap, perlaku serta perbuatan. Dari pendidikan di sekolah ini, tentunya harapan orang tua ataupun guru pendidik menjadikan anak didiknya memperoleh pendidikan tersebut dan bisa diamalkan atau dipraktekan dalam kehidupan keluarga atau masyarakat. Dalam hal ini, oleh Bu Retno, sebagai pengampu pelajaran keterampilan, mengajarkan kepada para siswa untuk bisa membantu orang tua di rumah dengan pelajaran “memasak”.

Kegiatan memasak identik dengan kegiatan seorang perempuan. Namun menurut guru yang bernama lengkap Sri Winahyu Retnoningsih ini, kegiatan ini justru sekarang digandrungi pula oleh kaum adam, itu terbukti dengan banyaknya koki terkenal justru dari kaum laki-laki. Ini menandakan bahwa kegiatan memasak tidak lagi milik kaum hawa. Meskipun begitu, para siswa perempuan dituntut untuk bisa memasak karena sebagai bekal membantu orang tua di rumah atau pun kelak ketika sudah berumah tangga.

Lestarikan Budaya Indonesia, Siswa Diajari Membatik

Setelah penat berkutat dengan pelajaran kurikuler pagi (ilmu sosial, eksak maupun bahasa) para siswa diajak pada kegiatan hiburan yang mendidik melalui membatik. Baca lebih lanjut

ISTIGHOSAH, tradisi jelang UNAS bagi kelas XII

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sepertinya sudah menjadi tradisi di semua sekolah ketika menjelang ujian nasional, sekolah memfasilitasi bagi kelas XII melaksanakan istighosah. Dalam kegiatan ini pada intinya para siswa dan bapak ibu guru yang ada diajak berdoa bersama agar dalam pelaksanaan ujian nasional nanti mendapatkan hasil yang terbaik.

Donor Darah di SMA 1 Cepiring

Mungkin tidak asing bagi pembaca, semua tahu apa, bagaimana serta manfaat dari donor darah. Pada intinya donor darah itu menyehatkan. Kegiatan trannfusi darah ini sudah sering dilaksanakan oleh SMA 1 Cepiring seperti yang diadakan 2 hari yang lalu.

Bekerja sama dengan PMI Kab. Kendal, SMA 1 Cepiring mengadakan kegiatan kemanusiaan ini pada Sabtu (4/2) pagi. Dimulai jam 8 pagi, kegiatan yang bersifat kemanusiaan ini tidak hanya diikuti oleh siswa, namun para guru dan karyawan juga ambil bagian. Meskipun tidak seluruh siswa mengikuti karena belum mencukupi sarat, akan tetapi tampak antusias yang cukup besar di kalangan civitas sekolah untuk mengikuti kegiatan ini.

Sosialisasi UN, Sekolah Undang Wali Murid

Hari ini (4/2), sekolah menghadirkan wali murid kaitannya persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN). Kriteria dan persyaratan kelulusan dalam ujian nasional kali ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Kepala Sekolah Pak Siswanto, menghimbau agar para orang tua juga ikut mengawasi putranya untuk lebih giat belajar di rumah selain di sekolah. “Saya mengharapkan, bapak dan ibu (wali murid) juga mengawasi aktivitas putra putrinya untuk lebih giat belajar di rumah sesuai dengan kisi-kisi yang sudah disampaikan, jangan hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah, karena itu (belajar di rumah) sangat membantu mereka agar lebih menguasai materi yang di ujiankan (ujian nasional)”. Seperti yang disampaikan beliau pada beberapa waktu yang lalu kepada para siswa.