KEMBER OSIS 2012: Medini – Promasan

Pak Sis memberikan pengarahan kepada peserta Kember Baksos

Meskipun dianggap sudah termasuk berita basi, tapi saya (penulis) cuek aja, hehehe…

Yah, seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap liburan semester pertama, SMA 1 Cepiring melalui Pengurus OSIS mengadakan kegiatan Kemah Bersama atau sering disebut “Kember OSIS”. Pesertanya ada adalah dari kelompok ekstrakurikuler, (biasanya, selain OSIS) PA, PMR, Basket, Voli. Ini adalah keenam kalinya kegiatan ini diadakan. Seminggu yang lalu, tepatnya 30 Desember 2011 – 1 Januari 2012.

Jumat, (30/12) pukul 08.00, selama 30 menit peserta melaksanakan apel pemberangkatan di depan aula sekolah dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Pak Siswanto, S.Pd. “Di sana (tempat kemah) kalian tidak hanya membawa nama pribadi tetapi juga nama sekolah, jadi harus menghindarkan dari kegiatan dan perilaku yang kurang baik yang bisa mencoreng nama baik sekolah” pesan Pak Sis dalam pengarahan apel tersebut.

Setelah tiba di Medini -sekitar jam 11.00, panitia langsung menginstruksikan para peserta untuk segera menempati barak sebagai tempat singgah. Sejatinya kegiatan ini bertempat di Medini, namun khusus untuk ekskul PA dilanjutkan ke Promasan karena akan melakukan pendakian ke Gunung Ungaran. Sesuai jadwal, peserta diberi waktu istirahat sampai jam setengah dua setelah itu dimulai kegiatan pertama secara kolosal yaitu out bond fun game dimaman seluruh peserta wajib mengikutinya. Kegiatan yang dikomandani Pak Yosh (waka kesiswaan) dan didampingi Pak Din (Nurudin, koord. ekskul), Pak Kasir (pembina OSIS), Pak Munjiyat (ekskul musik) Mas Dur (pembina PA) dan Mas Rois (pembina PMR) serta Pak Hadi N (pembina basket) terdiri dari empat jenis kegiatan. Pertama, permainan balon. Peserta dibagi 8 kelompok dengan anggota masing-masing 10 orang. Awalnya, setiap anak mendapatkan sebuah balon yang kemudian ditiup sebesar-besarnya dan dikencangkan supaya angin tidak keluar. Yang balonnya meledak dinyatakan gugur. Setelah itu, setiap kelompon membentuk barisan berderete ke belakang dan balon ditempelkan pada punggung teman didepannya kemudian ditahan memakai dada  (terhimpit) teman belakangnya. Selanjutnya mereka berjalan beradu cepat dengan keadaan tersebut dengan catatan balon tidak boleh lepas dari himpitan, kelompok yang balonnya jatuh diulang dari awal. Masih dalam permainan pertama, kemudian mereka diminta untuk meledakan balon teman yang lain dengan ketentuan juga melindungi keselamatan balon sendiri. Siapa yang bertahan dengan balon dalam keadaan utuh (tidak meledak) dia dinyatakan sebagai juaranya. Teaching point dalam kegiatan ini adalah setiap kita mestinya punya harapan atau cita-cita yang besar dan (haparannya) bisa diwujudkan sebesar kemampuan ia seperti meniup balon. Kerja sama kelompok sangat dibutuhkan karena dengan cara seperti itu semua bentuk aktivitas akan terlaksana lebih mudah. Dan, sifat dasar manusia adalah berkelompok. Pemilik balon utuh terakhir dinyatakan juara maksudnya bahwa dalam menggapai prestasi kita harus bisa mengalahkan orang lain meskipun teman sendiri, tetapi tentunya dengan cara yang layak dan bijak. Kedua, Tampung Air Estafet. Seperti permainan pertama, kelompok berderet ke belakang dan barisan belakang dekat dengan sumber air yang nantinya harus di tampung dengan media busa yang dicelup kemudian dengan estafet diperas di ember (dengan batasan tertentu) yang berada di barisan paling depan. Di sini juga diperlukan kerja sama yang padu karena dibutuhkan ketenangan dan kecepatan. Pelajaran yang bisa dipetik dalam kegiatan ini adalah dalam sebuah kerja sama kelompok dibutuhkan ketenangan dan kecermatan dalam mengambil sikap dan keputusan. Ketergesa-gesaan hanya akan mengakibatkan hasil yang kurang maksimal. Ketiga, Titian Bambu atau jembatan penyeberangan. Setiap kelompok harus bisa menyeberangi sungai yang umpamakan dengan garis awal dan garis finis menggunakan peralatan sebolah bambu utuh (tidak dibelah) sepanjang 80 cm sebagai visualisasi jembatan. Dari 10 orang, 1 orang bertugas sebagai penyeberang dan 9 orang lainnya sebagai jembatan. Setiap anggota mendapat bagian 1 bilah bambu yang diletakkan di bahunya dan bahu temannya (depan atau belakang) begitu seterusnya. Penyeberang harus bisa melewati jembatan tersebut dari garis awal sampai akhir dengan ketentuan tidak boleh jatuh. Dan kalau terjadi maka harus diulang dari garis awal. Kelompok dikatakan selesai menyeberang apabila barisan paling belakang sudah melewati garis finis, begitu seterusnya. Pelajaran yang ada pada kegiatan ini, bahwa setiap pekerjaan mestinya diselesaikan secara tuntas menurut aturan yang berlaku. Keempat, Basket Mini. Kegiatan ini lebih mengedapankan permainan untuk memeriahkan suasana. Namun, tetap ada beberapa poin pelajaran yang terkandung. Sejatinya permainan ini tidak jauh beda dengan basket semestinya, melempar bola dalam keranjang. Hanya, di sini bola yang dipakai adalah bola tenis lapangan dan keranjangnya diganti dengan ember kecil. Di sini terselip makna bahwa dalam berprestasi kita semestinya bisa memanfaatkan sarana dan prasarana yang minim (seadanya) untuk memperoleh hasil yang maksimal paling tidak mendekati sempurna.

Ah..out bond pun sudah dilkasanakan. Akhirnya, kegiatan ini ditutup oleh Pak Yosh setelah pemaparan kesimpulan “makna di balik tiap-tiap permainan” yang ditawarkan kepada peserta dengan imbalan masing-masing mendapat bonus pulsa. Kesimpulan pun didapatkan selanjutnya disempurnakan dan dipertegas oleh Pak Yosh. Dan, hari pertama SELESAI.

Namun begitu, tidak untuk Ardhiwana. ekskul yang berbasis pencinta alam ini memiliki agenda selanjutnya yaitu melanjutkan perjalanan menuju ke Promasan untuk melaksanakan kegiatan gladi pengambilan tanda anggota atau “Pengkaosan” bagi calon anggota baru (kelas x) dan pendakian gunung Ungaran. Setelah istirahat dan keperluan pribadi, sekitar jam setengah tujuh malam, mereka berangkat. Yang kemudian kembali ke Medini keesokan harinya sekitar jam 4 sore.

Sementara itu, rombongan yang bermukim di Medini, keesokan harinya melakukan kegiatan bakti sosial dengan melakukan penanaman bibit pohon (jati, pete, dan waru) di daerah sekitar. Siangnya, kurang lebih jam 14.00, dilanjutkan dengan jelajah hutan yang sifatnya refreshing menuju Curug Lawe. Di sini ada cerita menarik dan menggelitik. Setelah selesai menikmati indahnya air terjun, mereka pulang ke Medini. Nah, dalam perjalanan ini, rombongan terbagi menjadi 2 kelompok. kelompok pertama dengan jumlah hanya beberapa siswa tiba dengan selamat di basecamp. Tetapi, apes -mungkin ada yang malah menikmati- bagi rombongan kedua. Maksud hati mencari jalan lain (jalur semula dianggap rawan karena licin) supaya aman, eehh.. malah kejauhan sampai ke Limut (padahal para pendamping guru ikut lhoo.. hehe). Akhirnya mereka kembali ke Medini dengan naik angkutan carteran (yaahh..ongkos dehh). Tidak apalah yang penting sampai tujuan dan selamat -meskipun pegel-pegel dan capek.

Malam harinya, layaknya ingin menikmati malam yang bertepatan dengan pergantian tahun (masehi). Peserta kember mengadakan kegiatan renungan yang dilanjutkan dengan penyalaan api unggun dan kembang api. BLUAR..BLUARR..PRETEK..PRETEEKK..!! percikan api yang cukup indah disambut gemuruh tepuk tangan dan sorai para peserta dan para pengunjung (kebetulan banyak pengunjung lainnya). Api padam, percikan pun habis, “pesta” pun usai yang kemudian digantikan dengan suara dengkuran para peserta yang kelelahan dan tidur.

Minggu, 1 Januari 2012, kegiatan telah purna, saatnya kembali ke kampus tercinta. Pukul 10 pagi, mobil sudah tiba menjemput peserta kember, dua jam kemudian tiba di kampus SMA 1 CEPIRING.

SAYONARA….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: