Ruang Komputer Dibobol Maling

Ruang komputer dipasang police line

Kemarin pagi (Kamis, 8/12), kegiatan tes ulangan semester siswa SMA 1 Cepiring sedikit terganggu. Pasalnya suasana sedikit rame karena ruang laboratorium komputer dibobol maling.

Kejadian ini bermula diketahui oleh Nasikun, 48, yang notabene adalah penjaga sekolah tersebut. Sekitar pukul 05.00 pagi Nasikun hendak mematikan lampu teras setiap kelas. Ketika sampai di kelas XI IS 4 (berhadapan dengan lab. komputer) ia  terkejut karena mendapati jendela ruang tersebut lepas atau bolong (kaca dan teralis sudah lepas). Merasa ada yang  janggal ia berusaha untuk melongok keadaan ruangan melalui jendela tersebut. Ia pun terkaget-kaget karena didapati sejumlah komputer di ruang tersebut tidak ada di tempatnya. Kemudian ia bergegas melapor kepada Pak Aris (waka humas yang kemudian disampaikan kepada kepala sekolah) tentang keadaan itu. Sampai di sana, ia disuruh kembali ke sekolah selanjutnya untuk segera melapor ke kantor polisi Cepiring  yang jaraknya memang cukup dekat, kurang lebih 200 m ke utara.

Oleh pihak kepolisian langsung ditindaklanjuti dengan mengidentifikasi tempat kejadian yang dipimpin oleh Kapolsek Cepiring, AKP Muslih. “Kami sudah menyampaikan kejadian ini  (pembobolan dan pencurian kokmputer) kepada bagian reskrim POLRES Kendal, pokoknya kami himbau, informasi apapun nanti dari bapak/ibu yang mengarah dengan hal ini  langsung segera lapor kepada kepolisian, jangan khawatir, nanti akan kami rahasiakan identitas pelapor jika hal itu dinilai  perlu” kata beliau seusai mengamati keadaan sekitar.

Menurut analisa sementara, pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang masuk melalui jendela dengan mencongkel kaca depan dan melepasnya serta memotong teralis pelindungnya. Dan, aksi yang dilakukan diperkirakan sekitar pukul 03.00 pagi, saat para penjaga sedang tertidur lelap. Peristiwa ini cukup unik, karena selain menggasak komputer yang ada di ruang lab komputer, pelaku juga mengambil satu unit komputer di ruang guru. Uniknya, pelaku sempat menggantinya dengan komputer rusak yang ada di ruang lab dalam keadaan kabel terpasang seperti semula. Pelaku membawa kabur CPU sejumlah 21 unit lengkap dengan monitornya (bentuk LCD). “Karena perbuatan pencuri ini, sekolah diperkirakan menanggung kerugian berkisar Rp60- Rp70 juta” ujar Pak Siswanto Kepala SMA 1 Cepiring.

Sementara itu, Nasikun merupakan saksi kunci, dibawa ke polsek untuk dimintai keterangan. Dalam interogasinya dia dicecar dengan berbagai pertanyaan oleh tim. Menurut keterangan kepolisian, keterangan yang diberikan oleh Nasikun terlalu berbelit-belit dan selalu berubah-ubah sehingga menimbulkan kecurigaan penyidik bahwa dia ikut terlibat dalam kejadian ini. Namun, Nasikun yang selama kurang lebih 3 jam diinterogasi itu menyangkal akan keterlibatannya. “Sumpah demi Allah Pak, saya tidak ada niatan untuk berbuat hal itu (pencurian komputer) apalagi bekerja sama dengan orang luar melakukannya. Saya rela ditembak mati” sangkal dia saat cecaran pertanyaan oleh tim penyidik. Sampai berita ini diturunkan, kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. turut berduka untuk SMA tercinta…
    smoga malingnya cpt di temukan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: