SMA 1 CEPIRING: Berbagi daging kurban mulai menjadi tradisi setiap Idul Adha

Assalamu’alaikum wr.wb.

Akhir hayat: sapi kurban sempat berontak sebelum akhirnya dipotong sebagai hewan kurban

Berbagi daging kurban kepada warga sudah menjadi tradisi SMA 1 Cepiring setiap Hari Raya Idul Adha datang. Ada yang berbeda pada pelaksanaan penyembelihan kurban pada tahun ini.

“Kalau beberapa tahun kemarin, sekolah hanya menyembelih 1 ekor sapi saja, untuk tahun ini kita tambah 1 ekor kambing, karena kebetulan dana yang kita sediakan mencukupi akan hal itu. Semoga tahun depan masih bisa melaksanakan kegiatan seperti ini dan sukur bisa menambah kuota hewan yang disembelih” terang Pak Sis  (Siswanto, S.Pd), kepala sekolah, seusai melaksanakan solat Id bersama keluarga SMA 1 Cepiring di halaman sekolah. Tidak hanya warga sekitar yang menjadi target pembagian hasil daging kurban. Kali ini para tukang becak yang mangkal di daerah sekitar sekolah sampai pertigaan Sriagung (nama gedung bioskop, sekarang berubah menjadi minimarket)  juga kebagian “bungkusan” daging kurban tersebut.

Pemotongan kurban itu sendiri dilaksanakan setelah solat Id keluarga besar SMA 1 Cepiring selesai. Tempat pemotongan difokuskan di halaman parkir siswa atau di depan masjid sekolah. Sekitar Pukul 07.30 para petugas dalam pemotongan kurban mulai berkumpul dan siap melakukan kewajibannya. Dipimpin oleh kyai di kampung sekitar, kyai Ratipan, pemotongan dimulai dari penyembelihan sapi yang dilanjutkan penyembelihan kambing.

Pengurus OSIS menyiapkan bungkusan daging kurban untuk siap dibagikan

Lekha -ketua osis- mengawali pemberian daging kurban kepada warga

Pembagian daging kurban, selain dari pihak guru, para siswa yang dipelopori Pengurus OSIS juga ambil bagian untuk ikut membantu membagikan bungkusan daging tersebut kepada warga penerima. Sekitar 600 bungkus daging yang sudah ditimbang beratnya disiapkan oleh panitia di depan meja. Para penerima harus bisa menunjukkan kartu (girik) sebagai tanda termasuk orang yang berhak menerima bungkusan tersebut. Dengan demikian terkontrol dengan mudah oleh panitia akan distribusi pembagian daging kurban tersebut. Dan dalam suasana gerimis loket pembagian tetap dibuka dan ditutup setelah daging bungkusan sudah habis terdistribusi pada pukul 13.30. “Alhamdulillah, pembagian (daging kuban) berjalan lancar dan bisa didistribusikan sesuai dengan daftar panitia, meskipun tukang becak sebleumnya tidak masuk daftar, tetapi karena jumlahnya mencukupi untuk yang bergirik, ya kita bagikan saja ke mereka (tukang becak), semoga saja bermanfaat bagi kita semua, termasuk SMA 1 Cepiring ini” kata Pak Kasir sebelum loket panitia ditutup.

Satu Tanggapan

  1. […] SMA 1 CEPIRING: Berbagi daging kurban mulai menjadi tradisi setiap Idul Adha […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: