KONDISI KRITIS, JUARA UMUM POPDA 3 TAHUN BERTURUT-TURUT

Assalamualaikum wr. wb.

“Mempertahankan jauh lebih sulit dari pada mencapainya”, demikian barangkali yang sedang terjadi dan teralami oleh Team POPDA SMA Cepiring tahun 2011. Dengan segala persiapan dini yang telah dilaksanakan serta penangan atlit yang telah dilaskanakan selama ini ternyata juga harus menahan nafas ketika melihat hasil akhir dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pada POPDA 2011 ini.

Kegiatan yang praktis terakumulasi di hari Kamis, 17 Pebruari 2011 ini dengan mempertandingkan 4 cabang Olah raga, yaitu Atletik di Stadiun (lama) Madya Kendal, Bulu tangkis di GOR Bahurekso kendal, Tenis Meja di Gedung NU Kaliwungu Kendal dan Renang di kolam renang Boja menjadi ajang prestise sekolah di bidang non akademik.

Setiap sekolah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menempatkan setiap atlitnya untuk dapat menjadi juara pada setiap event pada kegiatan ini, dan selalunya bahwa persiapan yang matang, keberadaan siswa yang terlatih, pelatih yang handal serta kondisi yang kondusif dari sekolah adalah kata-kata kunci keberhasilan dari setiap prestasi yang diupayakan.

SMA 1 Cepiring mengikutkan hampir semua cabang dan event dari kegiatan POPDA ini, barangkali yang tidak diikuti hanyalah tenis meja putra, yang setelah dilakukan seleksi tidak di dapatkan siswa yang memiliki kemampuan minimal untuk diajukan dalam ajang ini, namun untuk hampir semua cabang lomba SMA 1 Cepiring berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil peran.

Cabang Atletik merupakan sumber pendulangan medali utama untuk team POPDA SMA Cepiring, terutama karena memang pelatih Utama dari PASI Kendal adalah guru SMA Cepiring, sehingga proses rekuitment serta pengelolaan siswanya-pun menjadi lebih memungkinkan. Untuk cabang ini SMA Cepiring pantas berbangga dengan menyumbangkan 9 emas, 4 perak dan 5 perunggu.

Ada sedikit kekawatiran sebenarnya ketika salah satu atlit pendulang emas yang telah di bina tidak dapat mengikuti ajang ini karena memang dalam posisi berada di luar kota (Jakarta) karena mengikuti kegiatan Olahraga juga, yaitu dalam penangganan untuk Pro-Liga, a.n. Novana D.H. Namun alhamdulillah bahwa keberadaan dan target medali yang dibebankan kepadanya dapat diperoleh justru oleh adik kelasnya yang masih berada di kelas X (Novalia)

Pada cabang Renang yang hanya mengirimkan 2 atlit-nya alhamdulillah keduanya bisa “mentes” menghasilkan 3 medali dengan perolehan 1 emas (Adibatul NA) dan 2 perak ((Adibatul NA dan Riki Riza H). Sementara pada event inilah pesaing utama SMA Cepiring yaitu SMA 1 Sukorejo hampir menguras semua medali emas dengan perolehan 11 emas, 3 perak, 3 perunggu. 1 perak SMA Sukorejo diperoleh dari cabang atletik.

Untuk cabang Tenis Meja yang hanya mengirimkan tunggal putri, alhamdulillah bisa menjadi yang terbaik dengan memperoleh medali emas a.n. Yuni Dwi Saputri yang harus berjuang keras melawan rekan satu klub dari SMA Negeri 1 Kaliwungu, a.n. Wulan.

Satu-satunya cabang yang gagal dalam perolehan medali adalah dari Bulutangkis yang memang pada kenyataan bahwa kondisi yang ada memang masih jauh panggang dari api, dari persiapan hingga materi pemain yang masih jauh dari peringkat pesaing yang ada, itupun masih cukup lumayan dengan menempatkan tunggal putra a.n. Miftrahul Anam dalam 4 besar, yang harus mengakui keunggulan rekan satu klubnya yaitu Angga.

Dari perolehan medali yang telah dikumpulkan memang Alhamdulillah SMA Cepiring saat ini masih memimpin dengan kondisi 11 emas, 6 perak dan 5 perunggu sehingga perolehan skor adalah 78, dan tentunya jika tidak ada perubahan yang signifikan maka akan ternobatkan sebagai juara umum ke tiga kalinya sejak tahun 2009, 2010 dan saat ini 2011. Namun perlu diwaspadai dan dicermati untuk POPDA tahun depan yang memerlukan pembinaan dan perlakuan ekstra untuk dapat mempertahankan gelar tersebut.

Kondisi ini perlu disadari dengan melihat fakta yang berkembang di lapangan dimana pesaing jelas juga mempersiapkan diri dengan baik terbukti dari pesaing yang jelas hampir saja melampaui kondisi perolehan medali SMA Cepiring, beberapa kata kunci barangkali perlu menjadi agenda aksi untuk dapat segera direncanakan dan dilaksanakan diantaranya adalah :

  1. Sistem Rekruitment, dengan menggunakan sistem penjaringan melalui PMDK yang dilaksanakan pada awal tahun pada program PPDB pada tahun ini seharusnya lebih terstruktur dan “gerilya” sebaiknya dilakukan dengan lebih dini, serta sistem penjaminan prestasi yang lebih jelas.
  2. Pembinaan Intensif, pembinaan yang lebih intensif kepada atlit dalam jangka waktu yang lebih panjang serta program terarah. Pengadaan ekstra kurikuler bina prestasi yang selama ini dilaksanakan dengan jumlah frekuensi latihan yang lebih banyak daripada ekstra yang lain sepertinya merupakan salah satu upaya positif yang selama ini telah dilaksanakan, namun sayang pencatatan tentang perkembangan dari setiap atlit belum dapat dilaksanakan.
  3. Kerjasama dengan Club, dengan melihat kondisi sekolah yang secara kualitas dan kuantitas dalam pemb inaan mungkin masih sangat kurang, maka perlu ada kerjasama dengan fihak profesional yang jelas dapat lebih “mengurus” atlit untuk mencapai hasil yang lebiih optimal, untuk itu inisiasi yang selama ini telah dilaksanakan perlu untuk terus di kembangkan bagi kerjasama-kerjasama lain yang dapat menguntungkan kedua belah fihak.
  4. Pengelolaan dan kepengurusan.

Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: