REVISI ATURAN PEMBERIAN PENGHARGAAN SISWA BERPRESTASI

Assalamualaikum wr. b.

Menggapai sebuah ketercapaian bukanlah hal yang mudah, namun mempertahankan serta meningkatkan ketercapaian tersebut adalah hal lain yang lebih berat.

SISWA BERPRESTASI SMA CEPIRING 2010

SISWA BERPRESTASI SMA CEPIRING 2010

Demikianlah barangkali kondisi yang ada pada setiap orang atau lembaga dalam mempertahankan serta meningkatkan prestasi yang telah teraih, tak terkecuali adalah sekolah tercinta yang dengan segala upaya berusaha melestarikan hal-hal positif yang selama ini telah menjadi budaya sekolah diataranya adalah budaya prestasi.

Berbagai upaya sengaja dikerahkan untuk memberikan pencitraan positif sebagai sekolah yang disegani (demikina mensitir kata-kata perpisahan pak Dwi) tetap dapat dipertahankan dan ditingkatkan kualitas serta kuantitasnya. Dari mulai penjaringan siswa berprestasi melalui jalur PMDK pada PPD (Penerimaan Peserta Didik) setiap tahun, penyelenggaraan Ekstra Kurikuler Bina Prestasi dengan memberikan tambahan jam pada ekstra kurikuler tertentu yang mengarah pada prestasi non akademik, tak kalah pentingnya adalah pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi dengan memberikan keringan biaya pendidikan.

Tanpa mengecilkan arti pemberian penghargaan kepada siswa yang telah dilaksanakan, berdasarkan evaluasi pos pendanaan kegiatan tersebut ternyata terdapat titik lemah yang sangat riskan, yaitu tidak dapat terrencanakannya anggaran komite yang teralokasi pada sektor tersebut, maka setelah melalui rapat terbatas pimpinan sekolah diberikan aturan yang lebih rinci tentang pelaksanaan penghargaan tersebut melalui SK Kepala Sekolah Nomor 422.5/131/SMA Cepiring, tentang Aturan Penghargaan Siswa Berprestasi Bidang Akademik dan Non akademik.

Pada dasarnya pada aturan tersebut terdapat beberapa perubahan sebagai berikut :

  1. Pemberian Penghargaan tidak lagi dalam bentuk pembebasan uang komite sekolah sejumlah bulan tertentu sesuai dengan tingkatan, tetapi berdasarkan nominal uang yang telah disepakati.
  2. Diberikan pengaturan yang lebih rinci dengan pembedaan antar tingkat kejuaraan, dari tingkat kabupaten, hingga tingkat nasional, penbedaan jenis perlombaan/kejuaraan perorangan dan beregu, pembedaan jenis lomba struktur dan non struktur.
  3. Penghargaan tetap harus diperuntukkan bagi keperluan pembayaran uang sekolah siswa.
  4. Secara lengkap file Keputusan Kepala sekolah tersebut dapat di unduh di sini.

Harapannya tentulah dengan keluarnya aturan yang baru ini, kondisi kompetisi untuk berprestasi siswa dapat tetap terjaga dengan memperhatikan faktor keadilan dan kepantasan, namun pada sisi yang lain juga keberadaan keuangan sekolah juga dapat terjaga stabilitasnya.

Wassalam.

Satu Tanggapan

  1. bagus sekali program seperti ini.

    mang saatnya barangkali kita lebih menghargai siswa dengan perlakuan yang nyata…., finansial sebagai bonus hanyalah stimulasi saja, sebenarnya yang kami pupuk adalah budaya prestasi yang diharapkan dapat tumbuh dari itu…., terima kasih atas pujiannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: