SISWA MISKIN DILARANG SEKOLAH

Assalamualaikum wr. wb.

KASIHAN

Begitu besarnya arti pendidikan bagi seseorang, seiring dengan kesadaran masyarakat yang semakin mengerti akan arti pendidikan bagi masa depan anak-anaknya menyebabkan sektor pendidikan merupakan salah satu ajang bisnis yang luar biasa menguntungkan.

Sekolah-sekolah mahal di kota besar dengan biaya yang sangat tinggi tetap dikejar dan dicari orangtua demi memberikan bekal pendidikan yang memadai hingga masa depan anaknya dapat terjamin dengan perolehan pengalaman pendidikan yang diperoleh sang anak.

Terlebih dengan kebijakan pemerintah dengan mengkatagorikan sekolah dalam 3 katagori pebedaan, yaitu SS/ sekolah standar (yang tidak standar) , SKM/Sekolah Katagori Mandiri (sak karepmu) dan SBI, Sekolah bertarif Internasional, yang sayangnya baru tarifnya saja yang internasional. Setiap sekolah berusaha dengan kapasitas seadanya untuk dapat meraih grade tertinggi walau sumber daya yang ada belum dapat memenuhi ketentuan yang ada, dan pada akhirnya demi memenuhi standart-standar yang ada maka dampak langsung yang terasa adalah meningkatnya beban biaya sekolah bagi peserta didik, dengan atau tanpa perimbangan kualitas yang seharusnya.

Seperti misalnya siswa SMA Cepiring yang berada dalam lingkungan sosial ekonomi menengah ke bawah namun memiliki tuntutan dan tantangan untuk terus meningkatkan diri dalam level sekolah tersebut, ada kesan bahwa pembiayaan yang harus dikeluarkan oleh orang tua/siswa menjadi semakin mahal.

Menanggapi kondisi tersebut, dengan berbekal niat baik yang insya allah adalah cikal bagi pengembangan yang lebih besar dan kuat, maka dewan guru SMA Cepiring berinisiatif untuk menyelenggarakan GS-OTA (Gerakan Sekolah Orang Tua Asuh) , sebuah adopsi gerakan yang pernah dilancarkan di era orde baru untuk mengentaskan siswa agar secara kuantitas dapat memenuhi standar pendidikan.

Pada prinsipnya kegiatan ini adalah penghimpunan dana dari setiap guru dan karyawan SMA Cepiring, dan mungkin dikembangkan untuk siswa dan masyarakat yang peduli terhadap sekolah, setiap bulan secara tetap untuk menyantuni siswa-siswi SMA Cepiring yang dirasa berada dalam kondisi yang pantas untuk diberikan santunan terutama pada kebutuhan sekolah.

Rencana yang tecetus pada rapat dewan guru menghadapi UN 2010 pada tanggal 20 Pebruari 2010 ini telah dikembangkan menjadi agenda aksi dengan membentuk kepengurusan yang diambil dari struktur organisasi sekolah yang terdiri dari :

  1. Pelindaung/Penasehat : Kepala Sekolah
  2. Ketua : Wakasek Hubungan Masyarakat
  3. Sekretaris : Wakasek Kesiswaan
  4. Bendahara : Hj. Siti Aliyah, S.Ag
  5. Anggota-anggota
    1. Staff Kesiswaan/Pembina STP2K
    2. Guru-guru BK
    3. Wali Kelas

Pada bulan maret ini akan diedarkan bagi rekan guru dan karyawan surat pernyataan untuk menjadi orang tua asuh bagi siswa SMA Cepiring dengan pemotongan dari gaji bulanan sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan setiap orang, kemudian wali kelas dan guru BP akan mengajukan usulan siswa penerima bantuan GS-OTA, kemudian mengklarifikasi sesuai dengan kondisi ekonomi yang ada dari masing-masing siswa yang diusulkan oleh guru BP sekaligus sebagai program home visit.

Penarikan dana kepada guru dan karyawan akan dimulai pada bulan april langsung dari gaji atau tambahan penghasilan yang diterimakan di tengah bulan. Kemudian dibagikan kepada siswa yang telah diseleksi dengan pengurus dalam bentuk subdisi pembayaran uang sekolah.

Rencana pengembangan program ini adalah dengan penjaringan semua fihak yang berkepentingan terhadap sekolah, baik itu alumni, perusahaan-perusahaan di sekitar sekolah, orang tua siswa mampu, untuk turut mensukseskan gerakan ini.

Harapan dari kegiatan ini tentunya semakin “teropeninya” siswa dalam kondisi apapun sehingga kalimat judul di atas yang menyatakan bahwa SISWA MISKIN DILARANG SEKOLAH, tidak akan muncul lagi di sekolah tercinta ini.

Amin

Wassalam

6 Tanggapan

  1. Orang miskin dilarang kuliah

    • yup…, semua menjadi semkain mahal dan tinggal niat baik kita saja untuk membantu kondisi yang ada ini……

  2. kalo di luar negeri ada yang gratiss..tiss…

  3. coba kalau sekolah gratis, pasti negara kita akan maju !!!

    maunya sih semua gratis…., tapi tetep aja bahwa kualitas berkorelasi dengan biaya yang dikeluarkan, jadi baiknya mungkin mengambil jalan tengahnya, yang miskin tetap bisa nyaman sekolah, tapi yang berada ya membantu sekolah dengan kemampuannya…, begitu barangkali ya….

  4. saya mw mengomentari orang yang nulis buku “eko prasetyo” seorang aktivis ham ja beliau nee….
    orangnya hebat…
    kata beliau
    akar masalah negara kita adalah moral bukanlah sistem.
    jadi untuk SMA N 1 Cepiring…
    cetaklah generasi2 yang bermoral dan pantas untuk merubah Indonesia

    ok…., moral yang baik akan mengarahkan pada pembentukan sistem yang baik, demikian juga seharusnya memang ada sistem yang dapat mengantarkan perilaku masyarakat untuk dapat bermoral yang baik, terima kasih komentarnya mas…, insya allah… itulah hal yang kita sasar saat ini….

  5. itulah salah satunya yang menyebabkan terpuruknya pendidikan di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: