Kobaran Api Seribu Derajat Celcius di Dasar Laut (Salah Satu Bukti Kebenaran Al Quran)

image Subhanallah! Baru-baru ini muncul sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava, dan lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat Celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-luah, ia tidak bisa memadamkan api.

Allah bersumpah dengan fenomena kosmik unik ini. Firman-Nya: “Ada laut yang di dalam tanahnya ada api” (Qs. Ath-Thur 6).

Nabi SAW bersabda: “Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan.”

Baca lebih lanjut

Iklan

DUA HARIMAU

Waktu kecil dulu, pastilah kau suka didongengi. Ya kan? Dan dari sekian banyak cerita yang kau dengar, mestilah ada beberapa di antaranya yang mengendap di kepalamu sampai sekarang. Betul kan? Kurasa sih memang begitu, apalagi bila kisah itu membuatmu melongo, terheran heran dan mengakibatkan dirimu tak henti hentinya berpikir selama beberapa waktu sesudahnya.

Aku sendiri hingga kini mengingat satu dongeng singkat yang kudengar dari almarhum ayahku. Entahlah dari mana ia mendapatkan cerita tersebut. Menurutku, kisah itu rekaan ayah belaka, tapi sungguh membuat mataku terbelalak.

Ceritanya begini:

Baca lebih lanjut

Mengenalkan Allah

Rasulullah saw. pernah mengingatkan, untuk mengawali bayi-bayi kita dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.” Kalimat suci inilah yang kelak akan membekas pada otak dan hati mereka

Kalau anak-anak itu kelak tak menjadikan Tuhannya sebagai tempat meminta dan memohon pertolongan, barangkali kitalah penyebab utamanya. Kitalah yang menjadikan hati anak-anak itu tak dekat dengan Tuhannya. Bukan karena kita tak pernah mengenalkan –meskipun barangkali ada yang demikian—tetapi karena keliru dalam memperkenalkan Tuhan kepada anak. Kerapkali, anak-anak lebih sering mendengar asma Allah dalam suasana menakutkan.

Baca lebih lanjut

10 CARA MEMBAGI WAKTU BELAJAR

Assalamualaikum wr. wb.

Masih bingung soal bagi waktu yang baik dan benar? Jangan kuatir. Coba deh ikuti resep-resep manjur di bawah ini, dijamin waktumu tidak bakal mubazir begitu saja.

1. Jadikan waktu belajar di kelas adalah waktu terbaik untuk belajar.

a. Siapkan materi sebelum pelajaran dimulai. Kalau hanya punya waktu sedikit buat membaca seluruh bahan materi, banyaklah bertanya. Ulang sekilas materi terakhir supaya nggak banyak bengong waktu guru menerangkan materi baru.
b. Dengarkan dengan serius apa yang diterangkan guru dan cobalah mengulang kembali materi yang baru didapat versi bahasamu sendiri. Resep ini mujarab buat mencegah sistem belajar kebut semalam karena materinya bakal lama tersimpan di otak kita.

Baca lebih lanjut

LOMBA MATA PELAJARAN 2010

Assalamualaikum wr.wb.

Sebagai sebuah agenda tahunan, memang sebenarnya keberadaan lomba mata pelajaran adalah suatu hal yang tidak lagi mengagetkan dan dapat direncanakan dengan baik. Namun kenyataan di lapangan setiap tahun setiap kali acara ini digelar oleh Dinas Dikpora Kabupaten selalu saja ada kesan ketidaksaiapan pada pelaksanaannya

Lomba mata Pelajaran untuk kabupaten Kendal, akan dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2010 ini, sedikit berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini lomba mata pelajaran tahun ini dengan alasan terbatasnya pendanaan baik di kabupaten maupun di tingkat provinsi, maka pelaksanaan lomba mapel tahun ini sekaligus digabung dengan pelaksanaan lomba keteladanan siswa. Sehingga pada tahun ini ada beberapa erubahan cukup berarti dalam pelaksanaannya.

Baca lebih lanjut

PERJALANAN CALON PENEGAK LAKSANA AMBALAN HB IX, SMA 1 CEPIRING

Assalamualaikum wr. wb.

Kebermaknaan sesuatu adalah manakala seseorang terlibat dan menikmati keterlibatannya tersebut, termasuk di dalamnya adalah kegiatan ekstra kurikuler siswa, manakala seorang siswa telah terlibat dalam dalam suatu organisasi, maka keterlibatan dalam oraganisasi tersebut menjadikannya menikmati kegiatan yang pada akhirnya menjadi media dan ajang untuk aktualisasi dirinya.

Ambalan Hamengku Buwono IX yang merupakan pangkalan kegiatan pramuka siswa SMA Cepiring, dari tahun ke tahun bebenah diri dengan program-program kerjanya, termasuk di dalamnya adalah upaya untuk memenuhi kelengkapan mencapai jenjang tertentu dalam kepramukaan, seperti diketahui bahwa untuk tingkatan Penegak, terdapat sub tingkat Bantara dan Laksana, maka untuk memenuhi SKU (Syarat Kecakapan Umum) bagi Pramuka Penegak Laksana SMA 1 Cepiring menyelenggarakan kegiatan Perjalanan Calon Laksana yang dilaksanakan mulai hari Senin, 22 Maret 2010 sampai dengan 24 Mei 2010. Kegiatan yang memerlukan stamina dan uji terhadap kecakapan seorang pramuka ini dilaksanakan dalam bentuk perjalanan Kaki (long March) dari Pangkalan Ambalan HB IX di SMA Cepiring menuju 2 titik lokasi berbeda melalui 4 jalur yang berbeda sesuai dengan kelompok masing-masing. Peserta yang berjumlah 14 orang dibagi dalam 4 kelompok yang masing-masing terdiri dari 3 s.d. 4 orang untuk melaksanakan perjalan disertai dengan tugas-tugas yang ada di dalamnya ke Desa Tersono, Limpung untuk kelompok 1 dan 2 serta Desa Ngalian, Semarang Barat untuk Kelompok 3 dan 4. Kegiatan disyaratkan untuk berjalan kaki melalui kampung-kampung dengan pembuktian berupa tandatangan kepala kampung yang dilewati dan harus menghentikan perjalanan setelah jam 20.00 WIB. Untuk beristirahat di tempat manapun pada jam tersebut kelompok berada.

Baca lebih lanjut

MENUMBUHKAN BUDAYA KERJASAMA DI SEKOLAH

Kerja sama merupakan salah satu fitrah manusia sebagai mahluk sosial. Kerja sama memiliki dimensi yang sangat luas dalam kehidupan manusia, baik terkait tujuan positif maupun negatif.  Dalam hal apa, bagaimana, kapan dan di mana seseorang harus bekerjasama dengan orang lain tergantung pada kompleksitas dan tingkat kemajuan peradaban orang tersebut. Semakin modern seseorang, maka ia akan  semakin banyak bekerja sama dengan orang lain, bahkan seakan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu tentunya dengan bantuan perangkat teknologi yang modern pula.

Bentuk kerjasama dapat dijumpai pada semua kelompok orang dan usia. Sejak masa kanak-kanak, kebiasaan bekerjasama sudah diajarkan di dalam kehidupan keluarga. Setelah dewasa, kerjasama akan semakin berkembang dengan banyak orang untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Pada taraf ini, kerjasama tidak hanya didasarkan hubungan kekeluargaan, tetapi semakin kompleks. Dasar utama dalam kerja sama ini adalah keahlian, di mana masing-masing orang yang memiliki keahlian berbeda, bekerja bersama menjadi satu kelompok/tim dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Kerja sama tersebut adakalanya harus dilakukan dengan orang yang sama sekali belum dikenal, dan begitu berjumpa langsung harus bekerja bersama dalam sebuah kolempok. Oleh karena itu, selain keahlian juga dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri dalam setiap lingkungan atau bersama segala mitra yang dijumpai.

Baca lebih lanjut