Laporan Kegiatan Lomba Mata Pelajaran 2009

Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran telah tingkat kabupaten Kendal telah dilaksanakan dengan baik beserta hasil yang dapat dilihat pada link berikut

Mencoba menganalisa hasil yang diperoleh untuk tahun ini dengan sari sebagai berikut :

Lolos tahap kedua (10 terbaik) : 5 orang, dari mata pelajaran Fisika (1 orang), Kimia ( 1 orang), Biologi (1 orang) dan Komputer (2 orang)

Lolos Tahap final : 1 orang, Juara II Mata Pelajaran Kimia a.n. Intan Fitria Al Arif.

Flash back dari proses kegiatan yang telah dilaksanakan dengan mencuri start kurang lebih 2 bulan sebelum pelaksanaan sepertinya cukup membuahkan hasil walaupun belum begitu optimal seperti target yang diharapkan, target semula adalah bahwa setiap mata pelajaran yang diikuti dapat menempatkan siswanya dalam 10 terbaik peserta, namun kenyataan yang ada baru dapat meloloskan 5 orang saja, dari 27 Peserta yang dikirim dalam ajang ini (19%). Namun cukup membanggakan juga bahwa team yang dikirim untuk kali ini dapat menempatkan 1 orang juara II untuk mata pelajaran Kimia, yang notabene untuk semua event didominasi oleh SMA 1 Kendal, SMA 1 Boja dan SMA 1 Sukorejo, yang memang menjadi langganan pencetak prestasi di bidang akademik ini, dan dari data perolehan juara hanya ada 4 sekolah yang dapat masuk di dalamnya yaitu SMA 1 Kendal, 12 siswa, SMA 1 Boja, 5 siswa, SMA 1 Sukorejo, 3 siswa dan SMA 1 Cepiring, 1 Siswa.

Beberapa hal yang perlu dicermati sebagai evaluasi dan bahan perbaikan untuk prestasi di tahun depan adalah sebagai berikut :

  1. Sistem Rekrutmen yang kurang tepat, sistem pencarian kandidat yang dilaksanakan untuk tahun ini adalah melalui test yang sekaligus sebagai ajang seleksi bagi pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler mata pelajaran. Dari hasil rekrutmen yang ada ternyata kualifikasi yang ada atau hasil dari seleksi tersebut tidak cukup mewakili kemampuan dari siswa terutama ketika di cross check dengan guru mata pelajaran yang mengajar di kelas yang bersangkutan. Pada proses pelaksanaan bimbingan yang berlajan kurang lebih 1 bulan terlihat banyak siswa yang berguguran dan bermunculan sebagai sebuah seleksi alam untuk mendapatkan kondisi optimal dari masing-masing cabang yang dilombakan, dan ini artinya mengurangi persiapan yang memang hanya pendek waktunya. Terlebih pada mata lomba mapel Astronomi terjadi kesalahan persepsi yang cukup fatal, karena peserta lomba diambilkan dari siswa jurusan IPS, padahal hampir semua soal (kurang lebih 80%) adalah soal dengan dasar sains fisika yang sangat dominan
  2. Kerja Team yang Kurang Solid, dari proses penjaringan dan pembinaan yang terjadi, sepertinya ada satu titik yang memang harus dicermati, bahwa pemantauan terhadap proses yang terjadi kurang maksimal, dimana hal ini seharusnya dilakukan oleh wakasek kesiswaan yang bekerjasama dengan wakasek kurikulum dan team pengembang sekolah. Terlebih lagi jika belajar dari sukses team popda SMA Cepiring tahun lalu yang mampu menempatkan diri sebagai juara Umum II, maka pada lomba mata pelajaran in tidak ada “panitia” khusus yang memang dipersiapkan bagi kesuksesan team ini.
  3. Proses Pembinaan, pada sisi proses pembinaan yang dapat dicermati barangkali adalah kesiapan pembimbing baik dari kualitas maupun kuantitas untuk memberikan layanan kepada siswa yang menjadi binaannya. Dari kondisi yang terlihat di lapangan, untuk mengharapkan kualitas barangkali sangat beragam namun kalau dilihat secara kuantitas terlihat sekali bahwa pada kegiatan pemantapan yang dilakukan kurang lebih 1 minggu menjelang pelaksanaan lomba, pembimbing  jarang menunggui siswa binaanya, kebanyakan masih mengandalkan pemberian buku-buku/paket soal yang dikerjakan mandiri oleh team. Hal lain yang perlu dicermati juga bahwa masing-masing guru pembimbing tidak semuanya tahu tentang orientasi soal yang kemungkinan akan keluar pada lomba mata pelajaran tersebut, padahal sudah diinformasikan bahwa proses pelaksanaan lomba mengacu pada lomba mata pelajaran tingkat provinsi yang terdiri dari 3 tahap yaitu Project Work, Soal Uraian dan soal Pilihan Ganda.
  4. Tidak adanya Cooling Down menjelang Hari Pelaksanaan, Setelah siswa diberikan stressing kurang lebih selama 1 minggu menjelang lomba tidak ada kegiatan yang dapat memberikan relaksasi bagi siswa agar pada hari pelaksanaan lomba dapat tampil dengan lebih fresh, justru sebaliknya pada hari-hari terakhir stressing menjadi semakin kuat.
  5. Strategi Penempatan Siswa dalam Mata Lomba, Siswa yang memiliki kemampuan relatif baik ternyata berada pada posisi yang salah seperti misal Eko Rustamaji (XI IA1) yang ditempatkan pada mata pelajaran matematika, padahal jelas-jelas untuk mata pelajaran ini dominasi kuat ada di SMA 1 Kendal, maka akan lebih efektif jika kualifikasi siswa tersebut termanfaatkan pada lomba mata pelajaran yang lain, misalnya bidang Astronomi, apalagi yang bersangkutan pada tahun yang lalu telah mengikuti lomba dengan cabang astronomi juga.

Dari kondisi yang ada ini dapat disarankan beberapa hal yang barangkali dapat menjadi pertimbangan untuk lomba sejenis tahun depan, yaitu :

  • Sistem rekrutmen juga melibatkan data yang didapat dari guru mata pelajaran.
  • Perlu dibentuk “panitia” pelaksana kegiatan ini.
  • Proses Pembinaan sebaiknya dilakukan dengan lebih baik, pembimbing yang tepat serta arahan yang tepat pula.
  • Peserta perlu diberikan “penyemangat” sebelum dilaksanakan lomba baik secara finansial maupun non finansial.
  • Strategi yang lebih mantap dalam penentuan peserta, sehingga dapat mencuri celah yang sekolah lain tidak miliki.

Semoga Bermanfaat

Wassalam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: