Pahlawan tanpa Tanda Jasa vs Pahlawan Pembangung Insan…

Assalamualaikum wr. wb.

Setiap menjelang 25 Nopember 2008, ada harapan, kebanggaan namun juga sikap pesimis setiap kali merenungi keberadaan diri. Profesi yang katanya begitu Mulia ini namun keironisan terhadap profesionalisme dan kesjahteraan yang bergitu nyata ada, dan lebih ironis lagi ternyata profesi ini masih sangat digemari, yang terindikasikan dari pasar PTN/PTS LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan) yang masih laris manis diburu lulusan SMA.

Si “Oemar Bakri” abad teknologi inipun masih dapat merasakan bagaimana lagu dari iwan fals tersebut masih sangat lekat terasa di hari dan jiwa masing-masing, pengorbanan yang tiada henti-henti dikumandangankan bahkan tercipta sebuah lagu dengan lirik yang katanya pak Arief rahman menyesatkan begitu popular dinyanyikan disetiap hari guru, bahkan diiringi dengan lelehan air mata para guru tersebut. Pahlawan tanpa tanda jasa, sebuah stigma pembodohan yang harus diterima oleh guru Indonesia, sehingga muncul sikap (yang barangkali diharapkan) tidak banyak menuntut, toh sudah diberi gelar pahlawan.

Pagi ini setelah melaksanakan kewajiban mengajar, guna memenuhi tuntutan profesi yang jujur pula sebenarnya masih sangat jauh dari titik profesional dalam pelaksanaannya, penulis seperti biasanya melakukan checking terhadap email dan forum yang dikelola, demikian juga dengan blog sekolah. Dari salah satu milist terlihat ada postingan bagus yang mengelitik hati, tentang pengubahan lirik akhir dari lagu Pahlawan tanpa tanda jasa. Dalam tulisan tersebut dinyatakan bahwa Pak Sugito, Ketua PGRI Provinsi Yogyakarta menyatakan bahwa dalam perayaan Hari Guru tahun ini akan disosialisasikan lagu Hymne Guru dengan pengubahan lirik pada baik terakhir dari Pahlawan tanpa tanda Jasa menjadi Pahlawan pembangun insan cendekia, dengan pembenaran semoga dengan perubahan lirik tersebut gambaran tentang guru yang terus termarginalkan dan harus selalu “nrimo ing pandum” dalam kondisi apapun tidak menjadi apriori dan menumbuhkan semangat pengabdian yang sesungguhnya, terlebih setelah program sertifikasi sudah mulai berjalan dan dirasakan oleh rekan-rekan guru. Diharapkan peningkatan profesionalisme yang diinginkan dapat terealisasi yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia.

Yang kemudian menjadi masalah, apakah hanya dengan pengubahan lirik lagu tersebut, serta merta akan dapat menumbuhkan kesadaran guru dalam menjalani laku profesionalisme yang telah menjadi tuntutan saat ini.

Untuk artikel lengkap tentang hal tersebut silahkan klik di sini

Silahkan berkomentar, semoga menjadi bahan renungan kita bersama…, amin

Wassalam

Satu Tanggapan

  1. Ada juga pahlawan lainnya yang betul – betul tanpa jasa dan juga di banyak dimusuhi.
    Pahlawan ini lebih berjasa sepanjang hayat kehidupan kita, tidak mengharap upah materi dan berjuang dengan modal sendiri.
    Mereka ialah ULAMA dan DAI, pahlawan yang memberikan kita petunjuk akan kehidupan kita di dunia dan akhirat.

    Wasalam
    http://rumahislam.com/

    terima kasih informasinya, semoga kita semakin dekat kepada ridhonya…, apapun profesi kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: