Tips menghadapi UN (sebuah pengalaman mencapai NEM tertinggi..)

Myspace Icons

Judul tersebut persis saya copy paste dari sebuah halaman weblog dengan alamat http://progoharbowo.wordpress.com/, wah… ini menarik, apalagi di saat seperti ini dimana semua orang terutama yang terlibat langsung, maupun tidak langsung terhadap pelaksanaan dan hasil ujian nasional menjadi was-was karena hari terus berjalan dan time bomb pelaksanaan Ujian Nasional semakin berdetak kencang. Barangkali ini dapat menjadikan arahan untuk lebih siap lagi terutama dari mentalitas setiap siswa yang akan menghadapi Ujian nasioanl, silahkan disimak kisahnya :

Banyak sekali pertanyaan kepada saya, saat anak saya mendapat NEM tertinggi dengan rincian nilai 10 untuk bahasa inggris, 10 untuk bahasa indonesia dan 9,67 untuk matematika (NEM = 29,67 tertinggi se bekasi, dan nilai tsb kedua tertinggi nasional).  Artinya ia hanya salah satu soal di subject matematik.  Bila ia lebih teliti maka ia mendapatkan nilai NEM sempurna 30… tapi ya… itu sudah hasil yang maksimal dan kami sangat bangga akan prestasinya.Sebenarnya ia tergolong anak yang malas belajar, tetapi sangat maniac dengan game.  Kalau diminta/diingatkan untuk belajar sendiri … paling lama kuat setengah jam itupun diselingi keluar kamar, ambil minum, ke kamar mandi, dll ….. pokoknya nggak betah aja belajar….  tapi kalau main game 6 jam pun dia masih tahan.

Lalu karena prestasi belajarnya terus menurun padahal saat SD ia adalah lulusan terbaik, maka untuk mengembalikan prestasinya sayapun menyimpan Play Station kesayangannya dan hanya boleh dimainkan malam minggu dan minggu pagi saja.  Saat hari belajar, wajib belajar selama 2 jam sehari efektif.  Nah ini tips pertama …. disiplin membagi waktu antara main/istirahat dan belajar.

Selanjutnya saya membelikan soal-soal ujian terdahulu (sekitar 5-7 tahun ke belakang) dan kumpulan soal lainnya serta juga buku-buku ringkasan teori dan rumus untuk dipelajari ulang.  Buku-buku dan soal tersebut diberi target untuk menyelesaikan… sejak 2 bulan sebelum ujian…. mepet iya…tapi ya belum terlambat !

Disamping itu ia pun ikut bimbingan belajar dari lembaga yang cukup dikenal.  Sekolah pun mengadakan beberapa kali try out UN.  Hasil try out dan latihan dirumah selalu dibahas dan bila kurang paham atau trampil dalam topik tertentu maka perlu pendalaman materi dengan membaca buku teori atau ringkasan rumus.  Beruntung dengan nasihat dan dorongan motivasi ( kami juga sering menemani saat ia belajar)… anak saya mau menjalankan ini semua dengan sungguh-sungguh…. Ini termasuk tips kedua dan ketiga … yaitu belajar, latihan dan latihan soal, serta dorongan orang tua atau orang terdekat

Tips keempat yaitu jaga kesehatan.  Ya 2-3 bulan menjelang ujian, fisik dipersiapkan dengan makan yang bergizi, teratur dan juga istirahat dan hiburan yang cukup.  Ini agar tidak jenuh dan selalu segar saat waktunya belajar

Tips kelima yaitu … jangan permasalahkan sistem pendidikan di kita… sistem Ujian Nasional, Depdiknas, …. dlsbnya…. fokus pada persiapan menghadapi ujian … karena mau tidak mau kita akan menghadapinya.

Tips keenam yaitu … berdoa.  Kami  (orang tua dan anak saya) sama-sama berdoa setiap sebelum dan sesudah belajar serta setelah shalat …. saat shalat malampun (tahajud) kami memohon doa agar ia dapat menempuh ujian dengan baik dan mencapai prestasi terbaiknya.

Saat menjelang ujian, melihat ruangan, mempersiapkan segala sesuatu seperti alat tulis yang dibutuhkan seperti pinsil dua buah yang sudah diraut, rautan, penggaris, dll.

Dan konon kata gurunya (saya tidak tahu kebenarannya), anak saya pemecah rekor bahasa indonesia 10 dalam sejarah UN.  Padahal saat try out pertama … anak saya paling lemah di Bahasa Indonesia hasilnya disekitar 7…. saat saya melihat kesalahannya, sayapun bingung dengan jawaban yang benar, anak saya pun kesal …dan katanya : “benerkan soalnya aneh..nggak jelas …..”

Karena tidak bisa membantu langsung, maka saya minta anak saya berlatih soal lebih banyak (plus kunci jawabannya) agar lebih memahami cara berfikir si pembuat soal dan juga berdiskusi dengan guru.  Saat ia mendapatkan nilai sempurna 10, saya pun berkata : “hebat kamu nak, kok akhirnya kamu bisa ?” jawabannya : “… ya…. setelah banyak latihan akhirnya saya tahu cara berfikir si pembuat soal seperti kata ayah ……”

Dari uraian di atas memang tips tersebut bukanlah tips baru, sekali lagi kuncinya adalah : disiplin membagi waktu, belajar, latihan soal, bimbingan dan dorongan orang terdekat, menjaga kesehatan, persiapan akhir dan jangan lupa berdoa.

Untuk yang hendak ujian atau orang tuanya semoga ini menjadi inspirasi …. minimal mengingatkan kembali karena sebenarnya tips ini bukan hal baru …..

Selamat menempuh Ujian Nasional, semoga sukses !

Iklan

9 Tanggapan

  1. Woi, anaknya pak progo yang dapet NEM tinggi itu gue loh!!

    *sombong mode: on

  2. waduh…. kok artikel saya di copy paste habis ya …..
    lain kali mohon ijin dahulu…..
    terimkasih sudah mengapresiasi tulisan saya….
    tapi cara apresiasinya mungkin harus diperbaiki lagi ….

  3. mohon maaf om…, tapi ini mendesak sekali, demi siswa2 saya…

  4. UN smpn sebaiknnya agak dipermudah..”

  5. Anak pak Progo anak tunggal ya? Sampai orang tuanya nemenin saat belajar. Kalau saya sih boro-boro ditemenin belajar, saya malah disuruh ngajarin adik saya. Adik saya banyak. Bahkan waktu hampir dekat UN saya masih disuruh ngerjain pekerjaan rumah. Nilai saya masih saja nilai rata-rata padahal saya sudah belajar dari semester 1. Enak ya kalau jadi anak tunggal?!

  6. Ikut Bimbel ternama? Kagak ada duit. Ditemenin ortu belajar? Ortu kagak perhatian. Hah, nilaiku dibawah rata-rata padahal aku sudah belajar 1 tahun sebelumnya. Oh ya, yang dimaksud memahami cara berfikir pembuat soal?

  7. teman-Teman tau enggak kalau sebenarnya kunci sukses menghadapi ujian itu cuma’belajar”

  8. wizzzhhh hebatt tuh om anak.a
    gile jarng th ada nilai bhs.ina yang sempurna ,
    guw aj plg bgus 9,6 .
    kya.a usaha blajar.a sama daah ama guw .
    hhahha .
    semoga aj guw dpt nilai kya lo .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: