Ujian Nasioanl 2008, Proses Penyiapan Menyongsongnya.

ljk.jpg

Assalamualaikum wr. wb.

Akhir dari Proses Belajar Mengajar di sebuah lembaga dalam setiap jenjangnya pasti ditandai dengan pelaksanaan kegiatan evaluasi tahap akhir yang tertuang dalam kegiatan Ujian Nasional. Ujian Nasional di tingkat Sekolah Menengah Atas untuk tahun pelajaran 2007/2008 ini dikejutkan dengan adanya “isue” yang sedang digodog di tingkat menteri tentang pelaksanaan ujian nasional yang akan menambahkan jumlah mata pelajaran selain 3 mata pelajaran dasar yang selama ini telah dilaksanakan, yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan Matematika untuk program IPA dan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Ekonomi untuk program IPS. Pada tahun pelajaran ini direncanakan akan ditambahkan mata pelajaran khas program studi sebanyak 3 mata pelajaran. jadi untuk program IPA mata pelajaran yang ditambahakan adalah Fisika, Kimia dan Biologi, sementara untuk program IPS direncakanakan akan ditambahkan mata pelajaran Matematika, Sosiologi dan Geografi.

Menanggapi “isue” terseut sepertinya kabupaten kendal pada umumnya yang ujung tombaknya adalah sekolah-sekolah tingkat menengah atas mencoba menanggapinya dengan berbagai cara. Seperti yang telah dilakukan oleh SMA 2 Kendal dan SMA Gemuh, usdah sejak sebelum puasa program penyiapan 6 mata pelajaran ini telah dilaksanakan dengan pola pemberian tambahan pelajaran di luar jam sekolah. Pola Umum ini juga diikuti oleh beberapa sekolah termasuk oleh SMA Cepiring Kendal.

SMA Cepiring mulai bulan Nopember ini akan menggulirkan program pelajaran jam 9-10, yang akan diisi oleh kegiatan tambahan pelajaran dengan latihan-latihan soal untuk ke 6 mata pelajaran yang diujikan pada setiap programnya.

Kegiatan ini akan dimulai pada tanggal 5 Nopember 2007 dengan masing-masing pelajaran diampu oleh 2 guru mata pelajaran terkait. Jika mengacu pada tahun kemarin maka dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini, serta merta pelajaran praktek untuk Teknologi Informasi akan dihilangkan, ssehingga dana siswa yang biasanya digunakan untuk pembayaran praktek komputer dialihkan ke pembayaran insentif tambahan pelajaran ini.

Dari penjadwalan yang telah diterima oleh setiap guru terlihat bahwa jumlah tambahan pelajaran yang diberikan untuk setiap minggunya adalah 8 jam pelajaran yang terbagi dalam pelaksanaan 8 hari, yaitu hari senin, selasa, rabu dan kamis. Pembagian jumlah jam untuk setiap mata pelajaran adalah sebagai berikut : untuk mata pelajaran yang sudah pasti di ujian nasionalkan, yaitu bahasa indonesia, bahasa inggris, matematika dan ekonomi mendapatkan jatah 3 jam perminggu tiap kelas, sedang untuk mata pelajaran fisika, kimia, biologi, matematika IPS, Sosiologi dan Geografi mendapat jatah 2 jam pelajaran.

Dengan asumsi bahwa proses pembelajaran tambahan ini akan berjalan effektif maka setiap kelas untuk mata pelajaran yang baru diunaskan akan mendapatkan jatah waktu tambahan sebanyak 2 x 7 bulan = 14 Jam pelajaran. Pertanyaan yang muncul adalah cukupkah waktu yang diberikan untuk mempersiapkan penguasaan SKL yang diisyaratkan. Terlebih bahwa untuk mata pelajaran-mata pelajaran ini, contoh SKL untuk tahun kemarin belumlah ada karena memang baru untuk tahun ini diselenggarakan, jadi hampir setiap guru mata pelajaran akan mencoba meraba-raba bentuk SKL yang akan digunakan, apakah seperti SKL yang digunakan ketika berformat ujian sekolah, atau akan terdapat perubahan.

Kejelian dari masing-masing guru untuk mengkaji SKL dan menyampaikan sekomunikatif mungkin kepada para siswa agar dapat diterima dengan mudah adalah kata kunci dari penyiapan ini.

Selamat bagi guru mata pelajaran UN baru untuk menyiapkan siswa kelas XII, semoga ini menjadi hal yang baik bagi kita semua.

Amin

Wassalamualaikum wr. wb.

Iklan

3 Tanggapan

  1. seharusnya pemerintah tidak mengadakan UN itu,karna dinilai
    sangat berlebihan

  2. Makasih tanggapannya om,
    pada prinsipnya saya setuju dengan tidak hal yang nganeh-anehi, yang tidak sesuai dengan konsep awal pemberlakuan kurikulum baru, entah itu yang bertajuk KBK maupun apa itu KTSP.
    Ujian Nasional sepertinya hanya akan mengubah bahkan merusak sistem kurikulum yang ada.
    Kondisi yang ada dis etiap sekolah, atas nama ujian nasional, maka perilaku-perilaku aneh mulai nampak dari sejak siswa masukl di kelas XII, hampir semua daya dan upaya diarahkan demi mensukseskan perolehan hasil ujian nasional. bahkan dengan segala cara.
    Ops….
    Wassalam

  3. jangan bikin kami sengsara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: