Pendidikan Bela Negara di SMA 1 Cepiring

penyematan

PENYEMATAN: Dandim Kendal, Letkol Inf. Tiyas Kusharyadi dalam upacara pembukaan Pendidikan Bela Negara.

Selama sehari penuh, Kamis (21/3) kemarin, SMA 1 Cepiring menyelenggarakan kegiatan pendidikan kebangsaan bagian kedua: Pendidikan Bela Negara.

Bermuara pada penerapan kata Disiplin, Fokus, dan Semangat, para siswa diajak “bermain” pendidikan karakter melalui seminar dan outbond. Sebagai lanjutan dari kegiatan Wawasan Kebangsaan yang sudah dilaksanakan pekan sebelumnya, pihak sekolah masih mengandalkan pihak TNI (Kodim Kendal) sebagai instruktur pelaksana. Seluruh kegiatan diserahkan sepenuhnya kepada instruktur yang dikomandani Pasiter Kapten Inf. Suwariyanto.

Pada Kamis pagi, para siswa -sebenarnya termasuk guru dan karyawan- dituntut untuk hadir di sekolah tepat jam 06.00 WIB karena 30 menit kemudian upacara pembukaan (sebagai seremonial dimulainya rangkaian kegiatan) akan dilaksanakan: ternyata terlaksana. Waktu setengah jam tersebut dimanfaatkan untuk melakukan gladi resik upacara.

Dalam upacara itu sendiri, Letkol Inf. Tiyas Kusharyadi selaku Komandan Kodim menempatkan diri sebagai Pembina Upacara dan membuka secara resmi kegiatan Pendidikan Bela Negara di SMA 1 Cepiring. Upacara berlangsung cukup khidmat dan barisannya pun sangat rapi: mungkin sudah tahu cara upacara yang baik atau juga karena diawasi langsung para instruktur. “Saya melihat semangat kalian (para siswa) cukup tinggi, saya berharap untuk tahun-tahun mendatang DanDim (Komandan Kodim: TNI) Kendal berasal dari orang asli Kendal, Kapolres (Polisi), Bupati, dan semua pimpinan lembaga kabupaten, seluruhnya asli (orang) Kendal, khususnya dari dari sekolah ini (SMA 1 Cepiring)” ujar DanDim dalam pembinaannya yang diamini secara serempak oleh para peserta upacara. Selain itu, masih dalam pembinaannya, Dandim menyampaikan bahwa tugas seorang pelajar adalah belajar dengan tekun di sekolah, tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu atau tidak ada manfaatnya, seperti tawuran atau perkelahian. “nggak jamannya” kata beliau.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

??????????????????????????????????????????????????????????????

gendutKegiatan yang berlangsung selama kurang  lebih 9 jam tersebut dibagi menjadi 2 bentuk yaitu seminar wawasan kebangsaan dan outbond. Untuk outbond sendiri terdiri dari 5 jenis kegiatan: jaring laba-laba, meniti tali dua, meniti tali satu atau merayap, lempar kampak, dan PBB (Peraturan Baris Berbaris). Kecuali seminar kebangsaan seluruh kegiatan ditempatkan di luar ruangan.

MAKAN SIANGPenerapan kedisiplinan yang dijanjikan di dalam pelaksanaan seluruh kegiatan tidak mengecualikan dalam hal makan. Pada masa jeda istirahat siang, para siswa diajak ke tengah lapangan (dengan membawa bekal masing-masing) untuk membuat lingkaran penuh (dua baris saling berhadapan dan satu lingkaran kecil di tengah) atau tidak terputus-putus. Dalam pengawasan instruktur para peserta  diminta untuk duduk dan meletakan bekalnya di depan masing-masing. Selanjutnya melalui instruksi satu komando, peserta harus menggeser ke kanan secara tertib bekal yang ada di hadapannya menunggu perintah untuk berhenti. Setelah perintah berhenti dikeluarkan peserta diberi waktu 10 menit untuk menghabiskan makanan yang ia “dapatkan” dari hasil pergeseran, sampai habis tak tersisa. Barangsiapa yang bernai melanggar aturan akan dikenai sanksi. “Silahkan teman sebelah kanan, kiri, depannya membantu untuk menghabiskan (makanan), jangan sampai ada yang tidak habis” seru salah seorang isntruktur lapangan.

Peratuan yang titerapkan kepada para siswa ternyata berlaku juga untuk bapak ibu guru meskipun tempatnya di dalam ruangan. Dibuka dengan laporan yang dipimpin salah seorang anggota TNI kepada pimpinan, acara makan siang berlangsung tertib dan sunyi: luar biasa..sungguh di luar kebiasaan.

souvenirSetelah kegiatan dilanjutkan seusai istirahat, seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan apel penutupan yang berisi evaluasi kegiatan dan penyerahan cenderamata oleh sekolah kepada Kodim yang diwakili Pasiter Kapten Inf. Suwariyanto, sebagai kenang-kenangan dan tanda terima kasih. “Mohon maaf Pak (untuk para instruktur) apabila dalam kegiatan ada anak didik kami yang bersikap kurang berkenan, dan saya mewakili sekolah mengucapkan terima kasih banyak semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kami (para siswa-red)” ungkap Kepala Sekolah Siswanto, S.Pd, di akhir rangkaian apel penutupan.

SMA 1 Cepiring…!

SMANCEP…SMANCEP…SMANCEP..!!

SMANCEP..!

(Tepuk) plok..plok..plok.. Unggul dalam Prestasi

(Tepuk) plok..plok..plok.. Mulia dalam Budi

(Tepuk) plok..plok..plok.. Terampil dalam Karya..

MERAH PUTIH..!

Semangatku..!!

PANCASILA..!

Di dadaku..!!

SMANCEP..!

(mengangkat tangan kanan dan kiri bergantian: mengepal) JAYA… SUKSES.. YES..!! (kedua tangan dengan tegas diturunkan bersama)

GALERI KEGIATAN

This slideshow requires JavaScript.

About these ads

Satu Tanggapan

  1. jooossssss…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: