PELAJARAN DARI FORMASI TERBANG BURUNG

Kalau kita tinggal di negara 4 musim, maka saat musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”. Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah mengapa rombongan angsa terbang dengan formasi bentuk huruf “V”?

Fakta (1) :

Kepakan sayap angsa di depan, memberi “daya dukung” bagi angsa dibelakangnya. Angsa di belakang tidak perlu susah-payah menembus ‘airwall’ di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarakterbang 71 % lebih Jauh dari pada kalau setiap angsa harus terbangsendiri-sendiri.
Pelajaran (1) :

Bila arah dan tujuan kita sama, dan kita mau saling berbagi dalam perserikatan, maka pencapaian tujuan kita akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Mampukah kita untuk saling dorong dan saling dukung satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama ?. Sudah seharusnya !. Karena angsa saja bisa !

Fakta (2) :

Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan angsa di depannya.
Pelajaran (2) :

Kalau kita memiliki cukup logika umum, kita akan tetap berada dalam perserikatan bersama partner lain dan pengelolanya. Kita membuka diri untuk menerima dan memberi bantuan dari dan kepada partner lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama dalam perserikatan yang akan menjadi milik kita bersama.

Fakta (3) :

Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.
Pelajaran (3) :

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Kita yakin potensi semua partner. Tapi, manusia saling bergantung satu sama lain dalam pengetahuan, keterampilan, kemauan, kapasitas, karunia lain yangunik, serta talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta (4) :

Angsa-angsa yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
Pelajaran (4) :

Kita harus memastikan bahwa ucapan kita akan memberi dukungan kekuatan, bukan melemahkan. Semua partner dalam perserikatan akan saling memperkuat, sehingga hasil yang dicapai akan menjadi lebih besar. Dukungan dalam satu kesatuan hati dilandasi nilai-nilai luhur adalah kualitas suara dan ucapan partner yang diharapkan bersama oleh semua partner dalam perserikatan .

Fakta (5) :

Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Pelajaran (5) :

Kalau saja kita berperasaan seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama partner yang berada dalam kesulitan, seperti ketika segalanya baik, dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat bangkit kembali.

Sumber:

http://dephyton.blogspot.com/2009/01/fakta-kenapa-burung-membentuk-formasi-v.html

Foto :

http://www.mellowdolphin.com/images/Bosque_Birds_flocks_CRW_1623-Goose_powered_V-10.jpg

copypaste from http://apakabardunia.com/2009/01/fakta-kenapa-burung-membentuk-formasi-huruf-v/

Workshop JIP Propinsi Jawa Tengah 2009

Assalamualaikum wr. wb.
Bersama dengan mas pras (Dikpora) bu Wiqo (SMA Kaliwungu), Pak Agus Kurniawan (SMA PAtean) dan Pak Nurhadi (SMA 1 Boja) saat ini sedang mengikuti workshop JIP di LPMP Jawa Tengah dari tanggal 5 s.d. 8 Oktober 2009. Materi utama berisi tentang jaringan dan optimasi penggunaan komputer untuk komunikasi di JIP Propinsi Jawa Tengah, terutama melalui forum Pendidikan Jawa Tengah dengan alamat di http://forum.pdkjateng.go.id/index.php, kemudian dilanjutkan dengan blogging yang di hantarkan oleh mas Abimanyu menggunakan wordpress.
Cukup menantang materi yang disampaikan tentunya dengan eksplorasi yang memang harus menuntut lebih.
Selamat Berlatih dan semoga bermanfaat dan sukses.
Wassalam.

SAJAK KEMERDEKAAN YANG DILARANG PADA ZAMAN ORDE BARU DARI RENDRA

Ketika udara bising oleh basa-basi nyanyian kemerdekaan,
bendera-bendera dikibarkan asal rame,
dan para birokrat berpidato tanpa didengarkan orang,
di dalam keranjang bekas tempat bawang,
di samping gudang pasar,
di tepi got pembuangan pabrik,
seorang anak kecil berbaring,
dibius influenza,
memeluk seratus perak kertas kumal,
dan ia bertanya :
“Apaan sih itu merdeka ?”

Ya, apakah artinya sebuah kata yang ditulis diatas pasir ?
Apakah artinya undang-undang yang dicetak diatas air ?

Derap barisan langkah-langkah terdengar.
Barisan langkah-langkah siapa ?

Tak ada apa-apa
Tak terjadi apa-apa
Kesepian tanpa keheningan.
Kebisuan tanpa angin.

Kemacetan yang kukuh
Dipuja seperti berhala.

Ketika buruh-buruh wanita antri uang gaji.
Hari senja dan mandor-mandor menaksir tetek mereka;
Ketiak seorang guru membaca catatan hutang-hutangnya,
Matahari condong dan istrinya menyodorkan rekening listrik,
Seorang pencopet yang tangannya patah digebok polisi,
Tergeletak di sel dan bertanya :
“Apakah gunanya kemerdekaan ?”

Ya, apakah artinya upacara untuk kata-kata kosong ?
Dimanakah ujung dari muslihat-muslihat yang disadari ?

Aku mendengar deru derap langkah-langkah berjalan.
Langkah-langkah siapa ?
Dari mana datangnya ?

Rumput melindungi kuman-kuman t.b.c. para buruh percetakan,
yang tumbuh bersama ludah yang mereka semburkan,
ketika mereka membaca koran-koran
yang penuh kebohongan dan penjilatan.
Apabila buah pikiran telah dibentur dengan sangkur.
Apabila dalam komunikasi hanya boleh sama pihak yang bicara.
Seandainya kekuasaan hanya menciptkan tahta dan penjara,
Seandainya pilihan untuk keselamatan hanyalah
menjadi burung beo atau penjahat resmi,
sudah lumrah apabila pagi ini
seorang gadis yang berwajah penasaran bertanya kepada saya :
“Apakah Mas Willy percaya kepada kemerdekaan ?”

Apakah aratinya janji yang ditulis diatas pasir ?
Apakah artinya pegangan yang hanyut di air ?
Apakah artinya tata warna dari naluri rendah kekuasaan ?
Apakah artinya kebudayaan plastik dan imitasi ini ?

Aku mendengar deru derap langkah-langkah kaki.
Kemudian aku bertanya :
Di dalam kemelut kentut jaman ini,
deru derap barisan siapakah itu ?
deru derap barisan penindasan ?
ataukah deru derap barisan pembebasan ?

Catatan : Puisi W.S. Rendra ini pernah dilarang pada masa Orde Baru

PEMBANGUNAN LABORATORIUM KOMPUTER SMA CEPIRING

Assalamualaikum wr. wb.

LAHAN YANG DIPERSIAPKAN UNTUK PEMBANGUNAN LABORATORIUM KOMPUTER

LAHAN YANG DIPERSIAPKAN UNTUK PEMBANGUNAN LABORATORIUM KOMPUTER

Pelengkapan sarana dan prasarana sekolah sepertinya merupakan hal yang memang harus dilaksanakan sebagai prasyarat pengembangan sekolah, terutama untuk sekolah-sekolah yang telah ditunjuk sebagai rintisan sekolah katagori mandiri maupun sekolah bertaraf internasional.

Dengan berbekal bloggrant bantuan imbal swadaya tahun 2009/2010, SMA Cepiring mendapat alokasi untuk menyelesaikan ruang laboratorium komputer yang harus diselesaikan pada tahun ajaran ini untuk pemenuhan fasilitas tersebut.

Kondisi sampai saat ini telah dilakukan survey lokasi dan penentuan tempat yang dirasa paling sesuai untuk fasilitas tersebut, pada awalnya sekolah berencana menempatkan ruang ini di belakang ruang kelas xi is4, pada lapangan belakang sekolah, namun team surveyor dari propinsi menyarankan untuk dipindahkan lokasi penempatannya pada lokasi yang lebih mudah di akses dan penanganan keamanan lebih baik yaitu lebih dekat dengan ruang guru, kemudian muncul beberapa opsi untuk menempatkan laboratorium disamping laboratorium komputer yang lama, di depan ruang guru dan disamping ruang bimbingan dan konseling. Namun dengan segala pertimbangan yang dilakukan akhirya lokasi di tetapkan pada lokasi pertama yang telah ditentukan, dengan beberapa asumsi kemungkinannya, diantaranya adalah bahwa akan dilakukan pengalihan fungsi dari ruang-ruang tersebut, dan rencana yang akan dilakukan adalah mengalihfungsikan laboratorium yang ada sekarang sebagai ruang media, dengan pengaturan ulang, penggeseran posisi kelas, sehingga kelas xii ia1 di mulai dari ruang ke tiga dari jajaran ruang utara, kemudian ruang laboratorium komputer diletakkan pada kelas xii ia1 saat ini, bersebelahan dengan ruang laboratorium bahasa.

Proses pembangunan ruang saat ini baru sampai pada penggedukan tanah, dan peletakan dasar pasir dan batu gunung.

wassalam.

KERJASAMA TELKOMSEL DAN SMA CEPIRING

Assalamualaikum wr. wb.

aktifitas petugas dari grapari telkomsel semarang di kantin sma cepiring

aktifitas petugas dari grapari telkomsel semarang di kantin sma cepiring

Sebagai tindak lanjut dari kerjasama antara provider telepon selular TELKOMSEL dengan SMA 1 CEPIRING  yang telah diawali sejak tahun kemarin dengan beberapa bentuk kerjasamanya seperti pengecatan lapangan bola volly, training SQ, ASC 17an 2008, dan As SCHOOL BRANDING,  maka tahun ini kerjasama ditingkatkan dengan beberapa agenda yang telah disepakati, diantaranya adalah ;

  1. Pengadaan kaos team bola basket putri SMA CEPIRING, dengan branding dari TELKOMSEL.
  2. Pengadaan Temprary Outlet di SMA CEPIRING  dari tanggal 10 s.d. 22 agustus 2009.
  3. Penyelenggaraan PANJAT PINANG PU-AS-NYA MERDEKA pada tanggal 18 agustus 2009 yang masih dalam taraf penjajakan proposal.

Telkomsel menggelar acara tersebut dalam rangkaian sosialisasi programnya yang bertajuk  JUST 4 SKUL reward 2009, dengan beberapa benefid yang bisa dinikmati oleh sekolah dalam hal ini tentunya siswa, guru dan sekolah itu sendiri.  Dari konten kartu As yang ditawarkan terdapatnya tarif baru yang memungkinkan setiap pengguna untuk lebih leluasa dalam berhubungan dengan rekannya melalui slogannya ‘MAKIN MURAH SMS DAN NELPONYA, makin lengket sobatannya. benefid tersebut diantaranya adalah nelpon yang hanya 4 rupiah/detik, sms 35 rupiah, dan gprs 1 rupiah/kb.

Dalam kegiatan ini telkomsel juga mengeluarkan school id baru untuk SMA CEPIRING, untuk menggantikan school id yang lama karena telah overload, school id baru tersebut adalah 144215728,  untuk bergabung dalam komunitas ini setiap user harus mengirimkan sms ke nomor 4545 dengan cara ketik SEKOLAH spasi144215728, limpahan hadian yang mungkin dapat diperoleh tidak hanya untuk siswa tetapi juga berimbas bagi guru dan sekolah dengan beberapa ketentuan berlaku.

Limpahan hadiah tersebut adalah ;

  • UNTUK SISWA, hadian bulanan 900 merchandise dan voucher pulsa, hadian 3 bulanan 30 buah notebook dan grand prize berupa study banding ke china untuk 3 orang pemenang.
  • UNTUK GURU, hadiah bulanan 90 telkomselflash, hadiah 3 bulanan 30 buah laptop dan grand prize sumbangan pendidikan senilai 100 juta untuk 10 pemenang.
  • BAGI SEKOLAH, juara 1 sumbangan pendidikan senilai 250 juta, juara 2, senilai 150 juta an juara 3 senilai 100 juta.

terima kasih telkomsel dengan kerjasamanya.

wassalam.

SEBUAH PUISI RENDRA

HAK OPOSISI

Aku bilang tidak,
Aku bilang ya,
Menurut nuraniku
Kamu tidak bisa mengganti nuraniku dengan peraturan

Adalah tugasmu
Untuk membuktikan bahwa kebijaksanaanmu
Pantas mendapat dukungan
Tapi dukungan
Tidak bisa kamu paksakan

Adalah tugasmu
Untuk menyusun peraturan
Yang sesuai dengan nurani kami

Kamu wajib memasang telinga, selaku
Untuk mendengar nurani kami
Sebab itu kamu membutuhkan oposisi

Oposisi adalah jendela bagi kamu
Oposisi adalah jendela bagi kami

Tanpa oposisi = sumpeg
Tanpa oposisi, kamu akan terasing dari kami
Tanpa oposisi, akan kamu dapati gambaran palsu tentang dirimu
Tanpa oposisi, kamu akan sepi dan onani.

RAPAT PLENO KOMITE SMA CEPIRING TAHUN 2009

Suasana Rapat Pleno Komite SMA CEPIRING tahun 2009/2010

Suasana Rapat Pleno Komite SMA CEPIRING tahun 2009/2010

Assalamualaikum wr. wb.
Seperti yang telah direncakan dalam rapat tebatas pengurus komite SMA 1 Cepiring pada tanggal 31 Juli 2009, maka hari ini dilaksanakan rapat pleno dengan menghadirkan semua wali/orang tua siswa baik kelas X, XI maupun XII.
Rapat dipimpin langsung oleh kepala sekolah beserta ketua komite (Bp. Slamet Prayitno).
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa Acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh Kepala Sekolah yang memaparkan kondisi SMA Cepiring pada kondisi terakhir, yang pada akhirnya menyampaikan rencana anggaran yang akan dilaksanakan pada satu tahun ke depan. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Komite yang menyepakati perubahan iuran komite perbulan dan SPI sekaligus mengambil keputusan terhadap rencana anggaran tersebut.
Beberapa keputusan penting dari rapat tersebut adalah :

  1. Iuran komite perbulan Rp. 80.000,-
  2. Iuran Sumbangan Pengembangan Subtitusi (SPI) minimal Rp. 1.000.000,-
  3. Rencana penyaluran anggaran :
    1. iuran komite
      1. Kegiatan Belajar Mengajar
      2. Honorarium dan Kesejahteraan
      3. Kegiatan pelajar
      4. program Komite Sekolah Non Fisik
    2. SPI
      1. Rehabilitasi ruang multimedia
      2. Pemasangan Keramik ruang Guru, Ruang TU Ruang kepsek dan Aula.
      3. Pengadaan peralatan Media pembelajaran 6 Kelas.
      4. Pendampingan pembangunan ruang Laboratorium Komputer.
      5. Pengadaan Mobil Sekolah.
      6. pengadaan dan pemeliharaan meubeler
      7. pengadaan Sound system upacara
      8. pengadaan sarana olahraga
      9. pemeliharaan halaman, gedung dan instalasi listrik
      10. perluasan ruang baca perpustakaan
      11. perluasan ruang guru.

DAMPAK BURUK UJIAN NASIONAL

Sekali Lagi, Tentang Dampak Buruk Ujian Nasional

Oleh: Afrianto Daud*

(Tulisan ini diposting juga di webblog Dinas Pendidikan Sumatera Barat, 26 Maret 2008)

Walaupun hujan kritik terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sampai detik ini tidak pernah berhenti, pemerintah tetap jalan dengan rencana mereka. Pemerintah seperti tuli atau pura-pura tak mendengar berbagai suara sumbang dari banyak kalangan terkait kebijakan UN (yang belum tentu bijak ini). The show must go on. Kira-kira begitu motto pemerintah (dan juga BSNP sebagai penyelenggara) dalam menjalankan UN, walaupun pada saat yang sama ada fakta yang tak bisa dibantah bahwa sudah banyak korban berjatuhan akibat pelaksanaan kebijakan UN yang kontroversial dalam beberapa tahun belakangan ini.
Sebahagian korban UN itu dulu bahkan pernah mengugat pemerintah (presiden, wakil presiden, mendiknas, dan kepala BSNP) ke pengadilan. Beberapa substansi gugatan law suit masyarakat yang dipimpin artis Sophia Latjuba itupun dikabulkan majelis hakim, dengan menyatakan bahwa dalam konteks UN pemerintah jelas bersalah, karena telah lalai dalam memberikan pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) terhadap warga negaranya. Pengadilan juga memerintahkan kepada para tergugat untuk meningkatkan kualitas guru dan sarana-prasarana sebelum melaksanakan kebijakan UN.
Tahun ini, boro-boro berharap pemerintah membatalkan pelaksanaan UN, pemerintah justru terkesan ‘semakin bersemangat’ dengan pelaksanaan UN ini. Hal ini bisa terlihat ketika Mendiknas mengeluarkan Permendiknas No. 34 tahun 2007 tentang Pelaksanaan UN 2008. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya menguji tiga mata pelajaran, sekarang pemerintah menambah tiga lagi mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional 2008. Tidak hanya itu, angka rata-rata kelulusan minimal tahun inipun meningkat dari tahun sebelumnya. Seperti tertera dalam Pasal 15 Permendiknas No.34/2007, tahun ini untuk bisa lulus UN seorang siswa harus memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 dengan tidak ada satupun nilai mata ujian dibawah 4,25.

Berpotensi Menjadi ‘Bom Waktu’
Walaupun pemerintah tak bergiming, sebagai praktisi pendidikan saya juga tak kan pernah berhenti menyampaikan pandangan saya tentang UN ini. Menurut saya UN lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap dunia pendidikan kita. Saya meyakini bahwa jika UN dengan sistem seperti selama ini dipertahankan, UN berpotensi menjadi ‘bom waktu’ dunia pendidikan kita, sebuah bom waktu yang kalau tak dijinakkan secepatnya, suatu saat bisa meledak dan akan memakan korban lebih banyak lagi.

Studi kualitatitif tentang bagaimana guru mempersepsi UN yang saya lakukan dengan mewawancarai beberapa orang guru yang mengajar di kelas XII pada 6 SMA/Madrasah di Tanah Datar pada tahun 2007 menunjukkan bahwa mayoritas guru menolak pemberlakuan UN ini. Walaupun para guru ini mengatakan bahwa UN dalam batas-batas tertentu telah memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras, lebih separuh dari mereka berpendapat bahwa UN berdampak buruk, tidak hanya pada proses belajar mengajar dan kurikulum, tetapi juga berdampak negatif pada pribadi guru dan siswa.

Hampir semua partisipan penelitian saya mengungkapkan bahwa UN, sebagai sebuah test berkategori high stakes testing (ujian yang memberi dampak serius terhadap masa depan siswa), telah memaksa para guru itu untuk melakukan aktifitas teaching to the test. Yaitu sebuah aktifitas pengajaran yang memfokuskan pembelajaran pada usaha membiasakan anak didik mengenali dan familiar dengan bentuk soal UN, dan mengajarkan bagaimana strategi menjawab soal dalam tempo sesingkat-singkatnya. Dengan kata lain, ketika guru menyesuaikan proses pembelajarannya dengan UN, biasanya mereka cendrung lupa (baca: tak sempat lagi) melakukan proses belajar mengajar ideal sebagaimana tertulis dalam kurikulum.

Dengan demikian, guru hanya akan mengajarkan beberapa topik dan atau kompetensi yang (berdasarkan panduan SKL) diprediksi bakal keluar dalam UN, dan kemudian cendrung mengabaikan kompetensi lainnya yang diperkirakan tak akan diujikan dalam UN, walaupun sangat mungkin kompetensi itu sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari pasca anak didik keluar dari ruangan ujian. Dalam pengajaran Bahasa Inggris misalnya, hampir bisa dipastikan bahwa guru hanya akan lebih fokus mengajarkan dua skill saja (listening dan reading) menjelang UN, karena dua skill inilah yang diuji dalam UN. Dengan demikian para guru bahasa Inggris cendrung mengabaikan pengembangan skill yang lain, seperti speaking dan writing, walaupun sangat jelas bahwa kemampuan berkomunikasi lisan dan juga tulisan adalah skill yang sangat penting dan diperlukan dalam dunia yang sebenarnya setelah siswa tamat sekolah.

Lebih jauh, UN juga berpotensi menyempitkan kurikulum sekolah (curriculum narrowing) dan mendegradasi arti penting mata pelajaran tertentu, karena UN selama ini hanya menguji tiga mata pelajaran (dan sekarang ditambah menjadi enam). Walaupun mata ujian UN telah ditambah menjadi enam, tetap saja kesan bahwa pemerintah mengabaikan mata pelajaran lainnya tak terselesaikan. Pemilihan beberapa mata pelajaran saja yang diujikan di UN bisa misleading, karena secara tak langsung merefleksikan bahwa mata pelajana non UN adalah ‘kurang penting’. Padahal seseorang anak didik tidak bisa hidup hanya dengan beberapa mata pelajaran yang diUN kan saja.

Kenyataan ‘diabaikannya’ mata pelajaran ‘non-UN’ berpotensi memunculkan masalah lain, sepertinya turunnya motivasi guru mata pelajaran terkait untuk melakukan proses pembelajaran secara maksimal. Penurunan motivasi juga bakal terjadi pada kalangan siswa. Untuk apa harus capek belajar Sejarah, misalnya, toh nanti juga gak bakal diujikan pada UN. Untuk apa harus berjibaku menghapal Quran dan Hadits (bagi siswa madrasah), toh pengaruhnya terhadap kelulusan UN tak sekuat enam mata pelajaran lainnya.

Sekali lagi, pemahaman seperti ini jelas misleading. Karena di dunia sebenarnya, seseorang mesti punya multi skill untuk bisa sukses dalam hidup. Siapa yang membantah bahwa banyak orang sukses di dunia olahraga dan kesenian, walapun mungkin nilai Matematikanya tak terlalu bagus ketika di sekolah. Ada segudang cerita sukses sebagian anak bangsa kita di dunia seni. Tapi, kenapa UN tak melirik mata pelajaran olahraga dan kesenian?
Sisi lain yang cukup serius yang dikonfirm dalam penelitian saya adalah UN telah membuat para siswa, guru, dan orangtua merasa tertekan, dan stress. Rasa tertekan di kalangan siswa dan guru itu biasanya lebih parah terjadi di sekolah yang lokasinya jauh dari ‘pusat peradaban’ (baca: daerah terpencil). Hal ini mudah dipahami karena disparitas kualitas pengajaran antara sekolah di daerah urban (perkotaan) dengan dengan daerah rural (perkampungan) masih menjadi problema dunia pendidikan kita yang sampai hari ini belum terselesaikan. Maka, ketika standar kelulusan UN menuntut sama untuk semua siswa, tanpa mempertimbangkan objektifitas kualitas pengajaran di sekolah mereka, maka jelas para siswa, guru, dan juga orangtua di daerah terpencil akan merasa tertekan, stress, takut, dan bahkan putus asa perihal kelulusan mereka pada UN.

Patut diduga bahwa kecemasan seperti inilah kemudian yang membuat sebagian (besar) dari mereka tergoda untuk mencari short cut, jalan pintas untuk menembus batas nilai minimal kelulusan UN, dengan berlaku curang pada pelaksanaan UN. Dan cerita tentang ketidakjujuran ini telah menjadi ‘kisah sedih tahunan’ pasca pelaksanaan UN di negeri ini. Ya, setiap tahun kita melihat parodi ketidakjujuran itu dipertontonkan oleh sebagian insan pendidikan kita. Sebuah kisah ketidakjujuran yang membuat wajah pendidikan nasional kita semakin buram.

Epilog
Merujuk pada gejala dampak buruk akibat pemberlakuan UN di atas, jelas semua itu bisa menjadi ‘bom waktu’ yang berpotensi merusak bangunan pendidikan nasional kita suatu saat. Karenanya mendesak diperlukan tim ‘penjinak bom’ yang professional secepatnya. Pertanyaannya, siapa, darimana, dan kapan mereka akan datang? Wallahualam.

* Penulis adalah guru MAN 3 Batusangkar, alumni Fakultas Pendidikan Monash University Australia

Perkembangan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru 2009,

Assalamualaikum wr.wb.
Sesuai dengan rencana kerja dan petunjuka pelaksanaan PPDB 2009 mulai hari Senin, 29 Juni 2009 dilaksanakan proses penerimaan siswa baru SMA 1 Cepiring melalui seleksi perolehan Nilai Ujian Nasional. Sebelumnya telah dilaksanakan tahap penerimaan peserta didik ini melalui jalur PMDK yang telah menerima 114 siswa (50%) peserta didik, dan tentunya untuk jalur seleksi Hasil Ujian Nasional ini akan diterima siswa sebesar 114 siswa juga.
Pada hari pertama pelaksanaan pendaftaruan telah dutang sebnyakk 187 siswa untuk mengambil formulir pendaftaran dan yang langsung mengembalikan sebanyak 154 orang, ini berarti telah melampaui daya tampung yang 114.

Pelayanan pendaftaran diatur dengan dengan menggunakan 2 loket pendaftaran untuk nomor ganjil dan nomor genap, bagi calon siswa yang mendapatkan nomor ganjil diarahkan ke loket 1 sedang untuk yang mendapatkan nomor genap diarahkan ke loket 2. Pada hari pertama pendaftar yang cukup melimpah cukup membuat kerepotan bagi petugas baik pada loket pertama maupun loket kedua, terutama pada loket ke dua.

Sesuai dengan pengumuman yang disampaikan maka pendaftaran maka pendaftaran ditutup pada jam 12.00.

Perkembangan Jurnal :

Senin, 29 Juni 2009

Jumlah Pendaftar 154, Jumlah Skor terendah 24,5

Selasa, 30 Juni 2009

Jumlah Pendaftar 246, Jumlah skor terendah 29,3

Wassalam

HASIL LOMBA BLOG BNK 2009, SMA CEPIRING REBUT 3 TROPY

Assalamualaikum wr. wb.

Setelah melalui proses pendaftaran selama 10 hari dan penjurian dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2009 di Laboratorium Komputasi Kantor Pengolahan Data Pemda Kendal akhirnya diputuskan oleh 5 orang juri yang menanggani lomba ini, juara-juara lomba blog BNK 2009 dari juara I hingga juara harapan III.

Alhamdulillah SMA Cepiring yang dianggap sebagai salah satu barometer perkembangan ITC di Kabupaten Kendal ini dapat menunjukkan prestasi di bidang ini dengan menempatkan 3 orang siswanya untuk memenangi lomba blog BNK ini, siswa-siswa tersebut adalah :

  • Yulfikar Adi P, kelas XI IS1, sebagai juara I dengan alamat weblog pada url http://dunia-tanpanarkoba.blogspot.com/

Juara I, Lomba Blog BNK 2009, karya Yulfikar Adi S.

  • Riky Dian Buana, Kelas XI IS2, sebagai juara II, dengan alamat weblog pada url : http://indonesia-tanpanarkoba.blogspot.com/

Juara II, Lomba blog BNK Kendal 2009, karya Riky Dian Buana

  • Fahrurozi sebagai juara Harapan III, dengan alamat weblog pada url : http://www.go-weblog.blogspot.com/

Juara Harapan III, Lomba Blog BNK Kendal 2009, karya Fahrurozi

Selamat kepada ketiganya, dan semoga hal ini menjadi pemicu bagi prestasi-prestasi berikutnya serta inspirasi bagi perolehan prestasi-prestasi yang lain.

Wassalam.

PENGUMUMAN RESMI PPD 2009

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA

SMA 1  CEPIRING

Jalan Sriagung  57 Telp. (0294) 382401 Cepiring  51351

Email : sma_cepiring@yahoo.com, website : http://smacepiring.wordpress.com

[[

P E N G U M U M A N

Nomor : 422/211/ SMA 1 Cepiring

TENTANG

PENDAFTARAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK (PPD)  BARU SMA 1 CEPIRING

JALUR SELEKSI PEMERINGKATAN NILAI UJIAN NASIONAL

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Sebagaimana tertuang dalam Program Kerja  Sekolah, maka SMA 1 Cepiring menyelenggarakan Penerimaan Peserta Didik (PPD) Baru Kelas X Tahun Pelajaran 2009/2010. Hal yang mendasari pelaksanaan kegiatan PPD  adalah :

  1. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 051/U/2002 tentnag Penerimaan Peserta Didik Taman Kanak-kanak dan Sekolah.
  2. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal nomor : 422.2/3100/DIKPORA tanggal 29 Mei 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan  Penerimaan Anak Didik/Siswa Baru di Lingkungan Pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal tahun Pelajaran 2009/2010

Adapun teknis pelaksanaan PPD diatur sebagai berikut :

A.     Waktu Pendaftaran

1. Tanggal                                  :  29 Juni – 2 Juli 2009

2.  Waktu                                    :  Pukul  08.00 – 12.00

B.     Syarat Pendaftaran

1. Syarat Umum

  1. Memiliki STTB SMP/SMPLB/MTs/Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN)/ Surat Kerterangan yang berpenghargaan sama dengan STTB SMP / Ijasah Program Paket B / Ijasah Sekolah Luar Negeri yang dinilai/dihargai sama / setingkat SMP.
  2. Telah lulus SMP/MTs yang ditunjukan dengan kepemilikan Ijasah SMP/MTs.
  3. Mendaftar ke SMA 1 Cepiring dengan menggunakan SKHUN asli.
  4. Mengikuti seleksi pemeringkatan.
  5. Usia calon Peserta Didik setinggi-tingginya 21 tahun  pada awal tahun ajaran baru.

2. Syarat Khusus

  1. Pendaftaran dilakukan sendiri oleh calon peserta didik  atau orang tua calon peserta didik.
  2. Calon peserta didik pendaftar harus berpakaian rapi dan bersepatu.
  3. Membayar biaya pendaftaran sebasar Rp 15.000 (Lima belas ribu rupiah).
  4. Mengganti biaya cetak Stopmap sebesar Rp 5.000 (Lima ribu rupiah).
  5. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan panitia.
  6. Menyerahkan kembali formulir pendaftaran  yang telah diisi dengan dilampiri dengan :

1)    Pas Foto hitam putih 3 x 4 sebanyak 2 lembar

2)    Foto kopi Ijasah yang telah dilegalisir  oleh Kepala Sekolah

3)    SKHUN asli yang dikeluarkan sekolah asal.

4)    Menyerahkan foto kopi Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir/Surat Kelahiran.

5)    Menyerahkan foto kopi piagam kejuaraan yang telah dilegalisir (bagi yang memiliki)

C.     Sistem Seleksi

Seleksi PPD baru dilaksanakan pada tanggal 3 – 4 Juli   2009 didasarkan  kepada pemeringkatan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Kriteria Penilaian

  1. Jumlah nilai Ujian Nasional (UN)  yang terdiri Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA.
  2. Bonus nilai dapat diberikan kepada calon Peserta Didik baru dengan ketentuan sebagai berikut :

1)    Prestasi Bidang Akademik (KIR, Lomba Mata Pelajaran, Lomba siswa Berprestasi dll.)

2)    Prestasi Bidang Olahraga (Cabang-cabang Atletik, angkat besi, senam ritmik dan artistik, renang, bola voli, bola basket, bulu tangkis, panahan, tae kwon do, sepak takraw, wushu, layar, ski air, dan pencak silat)

3)    Prestasi bidang Kesenian (seni tari, seni lukis, seni suara, seni kriya, MTQ, seni pedalangan, baca puisi/geguritan)

4)    Bidang Keterampilan (Pramuka, PMR, PKS dll.)

Besar penerimaan bonus tersebut dibedakan bergantung tingkat dan lingkup kejuaraan dengan penetapan sebaga berikut :

No

Taingkat Kejuaraan

Nilai

Juara I

Nilai

Juara II

Nilai

Juara III

1

2

3

4

5

Internasional

Nasional

Propinsi

Kabupaten

Kecamatan

5,00

3,00

2,25

1,50

0,75

4,50

2,75

2,00

1,25

4,00

2,50

1,75

1,00

[

Keterangan :

1)    Tambahan bonus hanya diambil dari salah satu prestasi tertinggi dari nilai kejuaraan yang diperoleh, bukan jumlah dari seluruh nilai.

2)    Prestasi kejuaraan yang diakui, apabila dicapai dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir terhitung mulai Juli 2007 s.d. Juni 2009.

3)    Penyelenggara kejuaraan adalah instansi atau organisasi profesi yang sesui dengan bidang lomba dan organisasi di bawah pembinaan instansi terkait.

4)    Piagam yang diajukan untuk memperoleh bonus harus mendapat pengesahan sebagai berikut :

  • Piagam / sertifikat  tingkat nasional/ propinsi dengan pengesahan oleh Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Propinsi Jawa Tengah u.p Kasubdin yang bersangkutan
  • Legalitas sertifikat/piagam oleh Dinas pendidikan propinsi bagi kejuaraan Internasional, nasional dan Dinas pendidikan Kabupaten/Kota setempat bagi kejuaraan tingkat Kabupaten/Kota serta Kecamatan.

2. Teknik Penilaian

Penilaian peringkat PPD didasarkan atas perhitungan sebagai berikut :

  1. Lulusan tahun 2009 dengan perhitungan nilai sebagai berikut ;

Penentuan peringkat calon Peserta Didik didasarkan :

a. Jumlah Nilai Ujian Nasional                        :  A

b. Bonus prestasi                                            :  B

Nilai Akhir  =  A  + B

Contoh :

Dimas  lulusan tahun 2009 memiliki  nilai  Bahasa Indonesia 6,0, Bahasa Inggris 6,5, Matermatika 7,0 dan IPA 7,0 sehingga jumlah nilai  SKHUN adalah 26,5 ,  dan  memiliki prestasi sebagai juara 1 Lomba Tari tingkat Kabupaten

Perhitungan jumlah nilai yang diperoleh Dimas sebagai berikut :

* Rata-rata Ujian Nasional  (A)           =   26,5

* Bonus Prestasi (B)                           =   1,5

* Jumlah nilai Akhir                             =   26,5  +  1,5

=   27,5

D.     Daya Tampung

Berdasarkan ketentuan Sekolah Katagori Mandiri (SKM), kapasitas maksimal  untuk setiap kelas adalah 38 peserta didik dan  daya tampung kelas X SMA 1 Cepiring Tahun Pelajaran 2009/2010 sejumlah 6 (enam) kelas, sehingga jumlah seluruh calon peserta didik yang akan diterima adalah 228 peserta didik yang diterima dengan 2 sistem seleksi, yaitu :

A. Jalur seleksi PMDK                           :     50 % daya tampung seluruh (  114 Peserta

Didik)

B. Jalur seleksi Nilai Ujian Nasonal       :     50 % daya tampung seluruh (114 Peserta

Didik).

E.      Pengumuman

Pengumuman hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru  Kelas X Tahun Pelajaran 2009/2010 akan dilaksanakan pada :

Hari dan tanggal                   :     Selasa, 7 Juli 2009

Waktu                                   :     12.00 wib

Tampat                                 :     SMA 1 Cepiring

F.      Pendaftaran Ulang

Bagi  pendaftar  yang  dinyatakan  lulus / diterima  sebagai   calon  Peserta Didik Baru Kelas X SMA 1 Cepiring diwajibkan melakukan daftar ulang pada  :

Hari dan tanggal                   :     Rabu s.d. Jumat, 8 s.d. 10 Juli 2009

Waktu                                   :     08.00 – 12.00 wib (Rabu dan Kamis)

08.00 – 11.00 wib (Jumat)

Tempat                                 :     SMA 1 Cepiring

Apabila sampai batas waktu yang ditentukan calon Peserta Didik baru tidak melakukan daftar ulang maka haknya sebagai calon Peserta Didik dinyatakan GUGUR.

G.     Lain-lain

Hal-hal yang belum jelas berkaitan dengan PSB tahun Pelajaran 2009/2010 dapat ditanyakan kepada Panitia di tempat pendaftaran.

Cepiring,      12 Juni  2009

Kepala Sekolah,

TTD, DISTEMPEL

Dwianto, S.Pd., M.Si.

NIP. 131577143/196307031986011004

IM3 Ambassador, Pemilihan Representatif Brand IM3 untuk Pelajar SMA

I. TUJUAN

  1. Image      : Meningkatkan awareness melalui program yang dapat membangun emotional bounding dengan community yang telah terbentuk. Program ini juga akan memilih representatif  brand IM3 yang akan bertugas mensosialisasikan program terbaru IM3 pada komunitas mereka.
  2. Akuisisi     : Meningkatkan jumlah pelanggan baru melalui sosialisasi terintegrasi dengan tema kampanye Pemilihan IM3 Ambassador 2009.
  3. Retensi     : Program retensi untuk pelanggan yang tergabung dalam komunitas Indosat dengan melakukan maintenance secara berkesinambungan.

Program IM3 Ambassador adalah pemilihan representatif brand IM3 untuk pelajar SMA yang telah tergabung dalam program IM3 Community. Pemilihan ini akan melibatkan seluruh IM3 Community kategori SMA di Cabang Semarang yang berjumlah 58 komunitas dengan jumlah member 20.719.

Tahapan Program :

  1. 4/7 Juni 2009      : Promo pendaftaran melalui SMS Broadcast
  2. 4-13 Juni 2009     : Pendaftaran peserta
  3. 14 Juni 2009        : Seleksi peserta
  4. 15 Juni 2009        : Seleksi Kota Semarang dan Reps Kendal
  5. 16 Juni 2009        : Seleksi Reps Blora dan Purwodadi
  6. 17 Juni 2009        : Seleksi Reps Kudus dan Salatiga
  7. 18 Juni 2009        : Persiapan Finalis
  8. 19 Juni 2009        : Final Cabang Semarang (day 1)
  9. 20 Juni 2009        : Final Cabang Semarang (day 2)

Kriteria IM3 Ambassador :

  • Pelanggan IM3
  • Pelajar SMA/sederajat (kelas X dan XI)
  • Komunikatif dan Good Looking
  • Up to date (akan perkembangan teknologi)
  • Percaya Diri

MEKANISME PENDAFTARAN

IM3 Ambassador Semarang Branch

SMS Broadcast dan Media Promo (Radio, Poster)

Isi SMS Braodacst : Ikutin pemilihan IM3 Ambassador SMG untuk pelajar Kelas I/II SMA/sederajat. Ketik SMS : IM3 (spasi) Nama (spasi) Sekolah (spasi) Kota. Kirim ke 7779 (gratis). Dapatkan hadiah jutaan rupiah. Info:024-33001000

Registrasi via reply SMS, dengan format “IM3(spasi)Nama(spasi)Sekolah(spasi)Kota, kirim ke 7779 gratis. Setelah mendapat reply dari server berupa notifikasi “ Terima kasih untuk mengikuti pemilihan IM3 Ambasador. Kirimkan biodata lengkap kamu, prestasi, organisasi yang pernah diikuti dan foto terbaru kamu ukuran postcard. Melalui Email : IM3.semarang@gmail.com

Registrasi via email (IM3.semarang@gmail.com) dengan melampirkan biodata lengkap dan foto ukuran postcard. Periode 4 – 13 Juni 2009 atau sesuai dengan jadwal masing-masing Reps (H-2 sebelum interviu). Berlaku di seluruh area Indosat Semarang Branch

List all registrasi peserta di compile tanggal 13 Juni 2009, untuk seleksi tahap semi final. Peserta yang lolos, akan di telp untuk datang ke Gallery Indosat di Reps masing-masing (sesuai jadwal interview semi final)

Dari hasil interview semi final, masing-masing Reps diambil 2 orang dan Semarang 10 orang, untuk mengikuti seleksi tahap final di kota Semarang, tanggal 19 – 20 Juni 2009 di Horison Hotel Semarang.

Pemenang akan mengikuti seleksi tingkat Regional Jateng DIY, pada tanggal 24 – 25 Juni 2009 di Umbul Sidomukti Bandungan – Ungaran.

LOMBA BLOG BNK KENDAL 2009

Assalamualaikum wr. wb.

Bagi anda penggemar TIK dan Jaringan Internet,BNK Kabupaten Kendal menantang anda dalam adu kepiawaian dalam mengelola weblog yang petunjukkanya dapat anda baca di sini

Selamat bertanding, semoga andalah yang menjadi Juara….

Wassalam………

Pengumuman PMDK SMA Cepiring

Assalamualaikum wr.wb.

Bagi siswa SMP di sekitar SMA Cepiring yang telah mendaftar ke SMA Cepiring melalui jalur PMDK, Pengumuman dapat anda lihat di sekolah masing-masing atau secara keseluruhan dapat di lihat di bawah ini:

NO

NAMA

L/P

ASAL SEKOLAH

1

Nurul Ainul Hanifah

P

SMP 1 Patebon

2

Setiawan

L

SMP 1 Pegandon

3

Shunita Laxmi Dewi

P

SMP 1 Pegandon

4

Meiditya Paramitasari

P

SMP 1 Pegandon

5

Novangga Wicaksana

L

SMP 1 WELERI

6

Abdul latif

L

SMP 2 Cepiring

7

Dzirwatul Muna

P

SMP 2 Cepiring

8

Rini Yulianti

P

SMP 2 Cepiring

9

Yofa Muhammad Isryad

L

SMP 2 Cepiring

10

Siti Al Isna

P

SMP 2 Cepiring

11

Kholifatul Khasanah

P

SMP 2 Cepiring

12

Sakhiyatu Sova

P

SMP 2 Gemuh

13

Lusi Purwanti

P

SMP 2 Gemuh

14

Rini Utami

P

SMP 2 Gemuh

15

Titik Yulianti

P

SMP 2 Gemuh

16

Isnainiawati Amin M

P

SMP 2 Gemuh

17

Ken Ratih Anggraeni

P

SMP 2 Gemuh

18

Vany Fitria Palupi

P

SMP 2 Patebon

19

Arum Wienda Dewanty

P

SMP 2 Patebon

20

Sri Mawarni P

P

SMP 2 Patebon

21

Dewi Indra Pratama

P

SMP 2 Patebon

22

Muhara Sari Ningrum

P

SMP 2 Patebon

23

Rosilatul Zailani

P

SMP 2 Patebon

24

Novita Lufiana Sari

P

SMP 2 Patebon

25

Mareta Yuniarsari

P

SMP 2 Patebon

26

Rizki Aulia

P

SMP 2 Patebon

27

Nur Rochmatul Mas’udah

P

SMP 2 Patebon

28

Diyas Anggreti

P

SMP 2 Patebon

29

Riasitta N.F

P

SMP N 1 Cepiring

30

Yustisi Dani F

P

SMP N 1 Cepiring

31

Richa K

P

SMP N 1 Cepiring

32

Miftachussalisuroh M

P

SMP N 1 Cepiring

33

Habib Muthohar

L

SMP N 1 Cepiring

34

Miftahul Jannah

P

SMP N 1 Cepiring

35

Ismi Farida Al Arief

P

SMP N 1 Cepiring

36

Risqiya Ikhda Kamila

P

SMP N 1 Cepiring

37

Rizka N  Ikfina

P

SMP N 1 Cepiring

38

Siti Istiqomah

P

SMP N 1 Cepiring

39

Mega Oktarina Putri

P

SMP N 1 Cepiring

40

Retno Fitriani

P

SMP N 1 Cepiring

41

Riza Risqiyah

P

SMP N 1 Cepiring

42

Lina Hastuti

P

SMP N 1 Cepiring

43

Puji Rahayu Ningrum

P

SMP N 1 Cepiring

44

Khusnul Khotimah

P

SMP N 1 Cepiring

45

Rani Suryaningtyas

P

SMP N 1 Cepiring

46

Sekar Arum

P

SMP N 1 Cepiring

47

Rahma Intan Safitri

P

SMP N 1 Cepiring

48

Fitrotul Maulida

P

SMP N 1 Cepiring

49

Dana Melina

P

SMP N 1 Cepiring

50

Luciana Ferdiani

P

SMP N 1 Cepiring

51

Sarini

P

SMP N 1 Cepiring

52

Dwi Novana Herdina

P

SMP N 1 Gemuh

53

Heni Rohmawati

P

SMP N 1 Gemuh

54

Lulut Mutiarasari

P

SMP N 1 Gemuh

55

Ari Margianingsih

P

SMP N 1 Gemuh

56

Yuni Dwi Saputri

P

SMP N 1 Gemuh

57

Himatul Aliyah

P

SMP N 1 Gemuh

58

Anis Saidah R

P

SMP N 1 Gemuh

59

Hesti Nurhayati

P

SMP N 1 Gemuh

60

Wahyu Wuri W

P

SMP N 1 Gemuh

61

Nur Fatoni

L

SMP N 1 Gemuh

62

Istiningsih

P

SMP N 1 Gemuh

63

Milatina Dina Ulya

P

SMP N 1 Gemuh

64

Tri Ina W

P

SMP N 1 Gemuh

65

Septi Arifitriana

P

SMP N 1 Gemuh

66

Mela Asmia

P

SMP N 1 Gemuh

67

Irine Mitha

P

SMP N 1 Gemuh

68

Ainur Shinta

P

SMP N 1 Gemuh

69

Istiqo’imatul

P

SMP N 1 Gemuh

70

Wahyu Candrasari

P

SMP N 1 Gemuh

71

Lilis Setyowati

P

SMP N 1 Gemuh

72

Indiyani

P

SMP N 1 Gemuh

73

Ghofar Imaya

L

SMP N 1 Gemuh

74

Nasrudin Anhar

L

SMP N 1 Gemuh

75

Dina Ayu Farhatina

P

SMP N 1 Gemuh

76

Richa Musyafitri

P

SMP N 1 Gemuh

77

Hesti Rahmawati

P

SMP N 1 Gemuh

78

Dewi Suci N

P

SMP N 1 Gemuh

79

Siti Musyarofah

P

SMP N 1 Gemuh

80

Hernanda T

L

SMP N 1 Gemuh

81

Ratih Dyah W

P

SMP N 1 Gemuh

82

Nur Kholidah

P

SMP N 1 Gemuh

83

Toni Mulyanto

L

SMP N 1 Gemuh

84

Nilna Irsyada

P

SMP N 1 Gemuh

85

Nuricha A.R

P

SMP N 1 Gemuh

86

Puji Mulyani

P

SMP N 1 Gemuh

87

Estingingsih

P

SMP N 1 Gemuh

88

Candra Setya P

L

SMP N 1 Gemuh

89

Khoirul Azila

P

SMP N 1 Gemuh

90

Devi Indriastuti

P

SMP N 1 Gemuh

91

Rim Suzan Azni

P

SMP N 1 Gemuh

92

Sri Erni Widyastuti

P

SMP N 1 Gemuh

93

Rudy Mahendra Rachman

L

SMP N 1 Kendal

94

Evan Rifkian

L

SMP N 2 Kendal

95

Novi Dyah Indriyani

P

SMP N 2 Kendal

96

Riki Riza Himawan

L

SMP N 2 Kendal

97

Isna  Khorida Zuhara

P

SMP N 2 Kendal

98

Edy Kurniawan

L

SMP N 3 Cepiring

99

Siti Mukfaliyah

P

SMP N 3 Cepiring

100

Tri Mulyani

P

SMP N 3 Cepiring

101

Irma Zaidah

P

SMP N 3 Cepiring

102

Nurunda Ayu Setyaningrum

P

SMP N 3 Cepiring

103

Alfi Muazizah

P

SMP N 3 Cepiring

104

Nur Saidah

P

SMP N 3 Cepiring

105

Mayang Dewi Ariyantari

P

SMP N 3 Cepiring

106

Siti Muttaqiyah

P

SMP N 3 Cepiring

107

Ita Wakhidatul Milyani

P

SMP N 3 Patebon

108

Adibatul Nur Aesah

P

SMP N 3 Patebon

109

Lalela Agustina

P

SMP N 3 Patebon

110

M Fajar Sidiq

L

SMP N 3 Patebon

111

Okdiariska Intan Roesmawati

P

SMP N 3 Patebon

112

Aniatul Jannah

P

SMP N 3 Patebon

113

Aulia Dela Firdause

P

SMP N 3 Patebon

114

Tri Rahmawati Sari

P

SMP N 3 Patebon

115

Atid Wilyanda P

P

SMP N 3 Patebon

116

Arni Dwi Indriyati

P

SMP N 3 Patebon

117

Ratri Purnamasari W U

P

SMP N 3 Patebon

118

Dwi Kurniawati

P

SMP N 3 Patebon

119

Unik Fitriana

P

SMP PGRI 07 Gmh

120

Mukshirotu Yunita

P

SMP PGRI 07 Gmh

Untuk selanjutnya bagi yang diteriwajibkan untuk menerima penjelasan dan berkas daftar ulang yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2009 di SMA Cepiring jam 10.00 dengan membawa surat bukti penerimaan dan identitas pribadi.

Daftar Ulang dilaksanakan dari tanggal 8 s.d. 11 Juni 2009.

Semoga bermanfaat. Selamat bergabung dengan SMA Cepiring Kendal

Wassalam

// =4) {
if (parent.document.readyState==”complete”
&& parent.frames['frTabs'].document.readyState==”complete”)
parent.fnSetActiveSheet(7);
else
window.setTimeout(“fnUpdateTabs();”,150);
}
}

if (window.name!=”frSheet”)
window.location.replace(“../hasilpmdk.htm”);
else
fnUpdateTabs();
// ]]>

NO NAMA L/P ASAL SEKOLAH
1 Nurul Ainul Hanifah P SMP 1 Patebon
2 Setiawan L SMP 1 Pegandon
3 Shunita Laxmi Dewi P SMP 1 Pegandon
4 Meiditya Paramitasari P SMP 1 Pegandon
5 Novangga Wicaksana L SMP 1 WELERI
6 Abdul latif L SMP 2 Cepiring
7 Dzirwatul Muna P SMP 2 Cepiring
8 Rini Yulianti P SMP 2 Cepiring
9 Yofa Muhammad Isryad L SMP 2 Cepiring
10 Siti Al Isna P SMP 2 Cepiring
11 Kholifatul Khasanah P SMP 2 Cepiring
12 Sakhiyatu Sova P SMP 2 Gemuh
13 Lusi Purwanti P SMP 2 Gemuh
14 Rini Utami P SMP 2 Gemuh
15 Titik Yulianti P SMP 2 Gemuh
16 Isnainiawati Amin M P SMP 2 Gemuh
17 Ken Ratih Anggraeni P SMP 2 Gemuh
18 Vany Fitria Palupi P SMP 2 Patebon
19 Arum Wienda Dewanty P SMP 2 Patebon
20 Sri Mawarni P P SMP 2 Patebon
21 Dewi Indra Pratama P SMP 2 Patebon
22 Muhara Sari Ningrum P SMP 2 Patebon
23 Rosilatul Zailani P SMP 2 Patebon
24 Novita Lufiana Sari P SMP 2 Patebon
25 Mareta Yuniarsari P SMP 2 Patebon
26 Rizki Aulia P SMP 2 Patebon
27 Nur Rochmatul Mas’udah P SMP 2 Patebon
28 Diyas Anggreti P SMP 2 Patebon
29 Riasitta N.F P SMP N 1 Cepiring
30 Yustisi Dani F P SMP N 1 Cepiring
31 Richa K P SMP N 1 Cepiring
32 Miftachussalisuroh M P SMP N 1 Cepiring
33 Habib Muthohar L SMP N 1 Cepiring
34 Miftahul Jannah P SMP N 1 Cepiring
35 Ismi Farida Al Arief P SMP N 1 Cepiring
36 Risqiya Ikhda Kamila P SMP N 1 Cepiring
37 Rizka N Ikfina P SMP N 1 Cepiring
38 Siti Istiqomah P SMP N 1 Cepiring
39 Mega Oktarina Putri P SMP N 1 Cepiring
40 Retno Fitriani P SMP N 1 Cepiring
41 Riza Risqiyah P SMP N 1 Cepiring
42 Lina Hastuti P SMP N 1 Cepiring
43 Puji Rahayu Ningrum P SMP N 1 Cepiring
44 Khusnul Khotimah P SMP N 1 Cepiring
45 Rani Suryaningtyas P SMP N 1 Cepiring
46 Sekar Arum P SMP N 1 Cepiring
47 Rahma Intan Safitri P SMP N 1 Cepiring
48 Fitrotul Maulida P SMP N 1 Cepiring
49 Dana Melina P SMP N 1 Cepiring
50 Luciana Ferdiani P SMP N 1 Cepiring
51 Sarini P SMP N 1 Cepiring
52 Dwi Novana Herdina P SMP N 1 Gemuh
53 Heni Rohmawati P SMP N 1 Gemuh
54 Lulut Mutiarasari P SMP N 1 Gemuh
55 Ari Margianingsih P SMP N 1 Gemuh
56 Yuni Dwi Saputri P SMP N 1 Gemuh
57 Himatul Aliyah P SMP N 1 Gemuh
58 Anis Saidah R P SMP N 1 Gemuh
59 Hesti Nurhayati P SMP N 1 Gemuh
60 Wahyu Wuri W P SMP N 1 Gemuh
61 Nur Fatoni L SMP N 1 Gemuh
62 Istiningsih P SMP N 1 Gemuh
63 Milatina Dina Ulya P SMP N 1 Gemuh
64 Tri Ina W P SMP N 1 Gemuh
65 Septi Arifitriana P SMP N 1 Gemuh
66 Mela Asmia P SMP N 1 Gemuh
67 Irine Mitha P SMP N 1 Gemuh
68 Ainur Shinta P SMP N 1 Gemuh
69 Istiqo’imatul P SMP N 1 Gemuh
70 Wahyu Candrasari P SMP N 1 Gemuh
71 Lilis Setyowati P SMP N 1 Gemuh
72 Indiyani P SMP N 1 Gemuh
73 Ghofar Imaya L SMP N 1 Gemuh
74 Nasrudin Anhar L SMP N 1 Gemuh
75 Dina Ayu Farhatina P SMP N 1 Gemuh
76 Richa Musyafitri P SMP N 1 Gemuh
77 Hesti Rahmawati P SMP N 1 Gemuh
78 Dewi Suci N P SMP N 1 Gemuh
79 Siti Musyarofah P SMP N 1 Gemuh
80 Hernanda T L SMP N 1 Gemuh
81 Ratih Dyah W P SMP N 1 Gemuh
82 Nur Kholidah P SMP N 1 Gemuh
83 Toni Mulyanto L SMP N 1 Gemuh
84 Nilna Irsyada P SMP N 1 Gemuh
85 Nuricha A.R P SMP N 1 Gemuh
86 Puji Mulyani P SMP N 1 Gemuh
87 Estingingsih P SMP N 1 Gemuh
88 Candra Setya P L SMP N 1 Gemuh
89 Khoirul Azila P SMP N 1 Gemuh
90 Devi Indriastuti P SMP N 1 Gemuh
91 Rim Suzan Azni P SMP N 1 Gemuh
92 Sri Erni Widyastuti P SMP N 1 Gemuh
93 Rudy Mahendra Rachman L SMP N 1 Kendal
94 Evan Rifkian L SMP N 2 Kendal
95 Novi Dyah Indriyani P SMP N 2 Kendal
96 Riki Riza Himawan L SMP N 2 Kendal
97 Isna Khorida Zuhara P SMP N 2 Kendal
98 Edy Kurniawan L SMP N 3 Cepiring
99 Siti Mukfaliyah P SMP N 3 Cepiring
100 Tri Mulyani P SMP N 3 Cepiring
101 Irma Zaidah P SMP N 3 Cepiring
102 Nurunda Ayu Setyaningrum P SMP N 3 Cepiring
103 Alfi Muazizah P SMP N 3 Cepiring
104 Nur Saidah P SMP N 3 Cepiring
105 Mayang Dewi Ariyantari P SMP N 3 Cepiring
106 Siti Muttaqiyah P SMP N 3 Cepiring
107 Ita Wakhidatul Milyani P SMP N 3 Patebon
108 Adibatul Nur Aesah P SMP N 3 Patebon
109 Lalela Agustina P SMP N 3 Patebon
110 M Fajar Sidiq L SMP N 3 Patebon
111 Okdiariska Intan Roesmawati P SMP N 3 Patebon
112 Aniatul Jannah P SMP N 3 Patebon
113 Aulia Dela Firdause P SMP N 3 Patebon
114 Tri Rahmawati Sari P SMP N 3 Patebon
115 Atid Wilyanda P P SMP N 3 Patebon
116 Arni Dwi Indriyati P SMP N 3 Patebon
117 Ratri Purnamasari W U P SMP N 3 Patebon
118 Dwi Kurniawati P SMP N 3 Patebon
119 Unik Fitriana P SMP PGRI 07 Gmh
120 Mukshirotu Yunita P SMP PGRI 07 Gmh

Kebangkitan Nasional, Oh Nasib Negaraku

Oleh Sopyan Maolana Kosasih *)
101 tahun lalu sudah berlalu sejak para pejuang mengumumkan kepada dunia akan harapan dan cita-citanya untuk keluar dari belenggu penjajahan dan menjadi tuan rumah yang bisa mengelola dan mesejahterakan anggota rumahtanggnya dengan sebaik-baiknya. Gelombang dukungan dan kesepahaman dalam menggerakan rakyat untuk bangkitpun semakin meluas dan ke berbagai pelosok daerah. Sungguh sebuah gerakan yang menakjubkan ditengah berbagai himpitan ancaman keselamatan dan ketiadaan fasilitas yang dimiliki namun sangat efektif.
Seharusnya para analis dan sejarawan hendaknya menengok atas keberhasilan para pemuda 101 tahun lalu itu bagaimana mereka bisa berproses dan berani melakukan sebuah gerakan nyata yang diharapkan dan diimpikan oleh masyarakat. Dalam pengamatan saya, langkah populis itu adalah program yang nyata dan bisa dirasakan oleh semua lapisan dan menjadi kebutuhan dasar manusia Indonesia saat itu.
Sebuah gerakan yang harus ditiru oleh para pemimpin bangsa serta para generasi muda yang mulai menata dan mencari jati dirinya dalam peran pembangunan nasional. Saat ini dikala gema menjelang perebutan kursi RI 1 ide-ide segar walau bukan ide baru mulai bermunculan. Ekonomi kerakyatan, kesejahteraan sosial, pemerataan, serta pemerintahan yang bersih terus bergaung memberikan angin surga. Namun tidak ada seorangpun yang bisa memastikan realisasi dari janji-janji itu apakah bisa terwujud tanpa syarat apapun atau membiarkan rakyat terus menunggu dan berharap bahkan menjadikan rakyat hidup dalam apatisme akibat dari tercederanya hati dan kehidupan mereka.

Bangsa Indonesia Bangsa yang Unggul
Sering kali kita mendengar atau membaca yang menjelaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang unggul dan hebat dibandingkan dengan bangsa lain. Pada satu titik bisa jadi pernyataan di atas benar. Semua manusia di dunia yang sudah mengenal Indonesia pasti akan sepakat bahwa kekayaan alam yang ada di Indonesia ini sungguh luar biasa. Hampir semua kebutuhan dasar manusia atau bahan-bahan industri bertebaran hampir di semua kawasan nusantara. Bahkan Indonesia termasuk dalam dua puluh negara kaya (G 20). Pada kondisi resesi sekarang, Amerika dengan terang-terangan menyebut India, China, dan Indonesia ke dalam salah satu negara yang diharapkan menopang pemulihan krisis di dunia. Sungguh sebuah kepercayaan besar sakaligus ironi bagi rakyat miskin yang jumlah puluhan juta terus menerus terkungkung dalam lingkaran setan ketidakberdayaan.
Keberadaan minyak yang katanya memiliki cadangan yang cukup banyak, namun ternyata tidak mampu dikelola oleh para insinyur dan para ahli perminyakan secara mandiri dan mencukupi kebutuhan bangsa ini. Gas alam yang terus bermunculan di berbagai daerah tidak bisa dikelola dan dimanfaatkan oleh BP Migas untuk menekan sulitnya distribusi dan pengambilan keuntungan yang besar oleh para pedagang BBM yang saat ini harganya terus meroket. Padahal, dengan investasi yang secukupnya bisa dipastikan ketersediaan BBG untuk kebutuhan masyarakat dalam memasak (saja) bisa diatasi dan diselesaikan secara lokal. Namun itu semua kembali kepada keinginan para pemegang kekuasaan dan para cerdik cendekia yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk merealisasikannya. Sebagai contoh kecil saya akan menyebutkan kota Bogor. Di Kota Bogor saat ini memiliki instalasi gas yang sudah tersambung ke rumah-rumah. Sayangnya instalasi itu tidak menyebar dan dijadikan program masal supaya masyarakat di Kota Bogor bisa menikmat gas murah. Inilah yang disebut investi yang bisa jadi tidak akan mendapatkan keuntungan besar secara ekonomi bagi pengusaha atau negara namun jelas akan mensejahterakan rakyat dan secara jangka panjang akan menguntungkan negara.
Itu baru satu aspek saja, bayangkan kalau semua aspek kekayaan nasional di Indonesia bisa diwujudkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat maka masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk merasakan kenikmatan kemerdekaan dan kebanggan sebagai bangsa Indonesia yang peduli pada kesejahteraan rakyat.
Ketika kebutuhan dasar rakyat sudah bisa dipenuhi, dengan sendirinya ekonomi rakyat akan bergerak sesui dengan naluri manusia untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan batinnya. Sesuai dengan tahapan kebutuhan manusia, ketika kebutuhan primer sudah bisa diatasi maka ia akan melanjutkan terhadap pemenuhan kebutuhan sekunder. Bahkan bukan sesuatu yang tidak mungkin kalau pada akhirnya mereka akan mengarah pada kebutuhan tersier secara global bukan hanya sebagian warga negara saja yang berhak menikmati anugrah besar dari Tuhan berupa kekayaan alam di Indonesia. Sekali lagi investasi pemerintah terhadap rakyat, investasi berupa kebanggaan para pemegang kekuasaan yang memang hanya dibatasi pada dua periode saja. Mungkin mereka tidak akan merasakan keuntungan finansial dari masa jabatannya namun semua orang akan mengenang bahwa ada seorang pemimpin lokal atau nasional yang melakukan investasi masa depan demi kesejahteraan rakyatnya.
Siapa yang Harus Memimpin Kebangkitan Nasional?
Pertanyaan yang muncul ditengah euforia ini adalah, siapakah yang seharusnya memimpin gerakan ini? Semua orang pasti dengan spontan akan menunjuk kepada para eksekutif serta setiap orang yang memiliki amanah dalam bentuk jabatan publik. Merekalah yang seharusnya maju kedepan dan memberikan contoh kepada bawahan dan rakyatnya. Bayangkan ketika semua orang bergerak bersamaan menuju ke arah yang lebih baik. Kita tidak lagi perlu menunggu waktu untuk menikmati kemerdekaan yang telah direbut dan dipertahankan dengan darah dan penderitaan pejuang.
Kisruhnya bangsa ini dengan segala permasalahan yang muncul dari mulai kemiskinan, penggusuran, kekerasan, serta beragam pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat sebenarnya lebih mengarah kepada bentuk perlawanan kepada kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. Lihatlah dijalanan, para pengendara motor dan mobil dengan seenaknya melanggar aturan. Kalau dilihat secara psikologis, bisa jadi mereka itu melakukan perlawanan atas maraknya pungli di jalanan. Kenapa rakyat enggan membayar pajak? Karena selama ini penggunaan uang rakyat lebih banyak mengalir kepada keuntungan segelintir orang bahkan tidak jarang uang pajak menguap tak tentu rimba. Mengapa rakyat lebih senang melakukan destruktif? Karena mereka tahu bahwa keadilan tidak pernah ditegakkan sebagaimana mestinya.
Urutan-urutan yang akan bertambah panjang itu harus diurai secepatnya. Salah satu faktor yang harus dikedepankan adalah Miskinnya figur kepemimpinan. Semakin banyaknya petualang politik dari mulai legislatif maupun eksekutif dan yudikatif semakin menegaskan bahwa di tiga ranah itu tersimpan peluang uang yang bisa dikatakan hampir tidak terbatas. Dimana kekuasaan bisa dijalankan dengan sewenang-wenang. Jadi tidak salah kalau kecurangan dalam seleksi pegawai atau dalam pilkada atau pemilu menjadi sesuatu yang lumrah di nusantara.
Pemimpin dalam pengertian sederhana adalah orang yang memimpin. Rakyat atau yang dipimpin akan selalu menunggu dan melihat apa yang akan dilakukan oleh seorang pemimpin. Pergerakan rakyat dimanapun akan selalu sejalan dengan kebijakan dan perilaku para pemimpin. Ketika pemimpin berjalan di depan dengan orientasi mensejahterakan masyarakat yang dipimpinnya, maka rakyat akan berbondong-bondong melakukan program-program yang dirancang pemerintah untuk kesejahteraanya. Begitupun sebaliknya, kerusuhan yang muncul di masyarakat sedikit banyak sering diakibatkan oleh ketidak adilan para penguasa.
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 101 ini saya berharap kepada semua pihak untuk berperan sesuai dengan posisi, tugas, dan tanggung jawabnya masing-masing. Berbuatlah yang terbaik untuk menunjukkan kepada dunia betapa hebatnya kita semua jika berbaris dalam sebuah barisan yang terorganisir dan terencana sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang sudah disepakati. Bila semua bertanggung jawab untuk menjalankan perannya dan tidak hanya mencari keuntungan sesaat dapat dipastikan rakyat pun akan berbondong-bondong berkarya. Tugas membangun bangsa bukan hanya tugas para penguasa namun diperlukan partisipasi dari rakyat dalam peran-peran keistimewaan dirinya masing-masing.
Kita pasti bisa!

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2009

Assalamualaikum wr. wb.

Mengenang Ki Hajar Dewantoro, mencoba merefleksi arti pengabdian di dunia pendidikan selama ini dan kesadaran akan perubahan generasi yang akan datang dengan segala tantangannya, barangkali itulah hal-hal yang menyemangati kegiatan di hari Sabtu(2/5/09) kemarin. Diawali dengan Upacara Bendera dengan petugas yang relatif cukup rapih dan kesiapan yang cukup (maklum karena semua dari pengurus OSIS) serta penyerahan rangkaian bunga pada saat pembawaan lagu Hymne Guru serta lantunan puisi yang disampaikan oleh siswa sebagai wujud terima kasih. Upacara dilanjutkan dengan penyerahan Tropy Kejuaraan terakhir yang dicapai oleh Sekolah yaitu Lomba Band Pelajar se Kabupaten Batang dan Kendal yang memperoleh Juara III, Festifal Bola Volly Putra yang memenangi Juara III dan Piagam penghargaan sebagai Juara Umum POPDA Kabupaten Kendal sebagai Juara Umum.
Ada hal yang terasa beda pada penyelenggaraan Peringatan Pendidikan Nasional tahun ini, beberapa kegiatan baru yang menjadi simbolisasi perjuangan di bidang pendidikan dicoba diadakan dengan melibatkan semua komponen sekolah. Bapak-ibu guru yang dibagi dalam kelompok mata pelajaran serta karyawan TU ditantang untuk meramu Nasi Goreng ter”enak” yang bisa disajikan. Sementara dari fihak siswa ada lomba Nasi Tumpeng sebagai simbol rasa syukur serta “simulasi mengajar” yang diapresiasi dengan sangat antusias oleh siswa SMA 1 Cepiring.
Wassalam

Mengubah Tampilan Face Book

Bosan dengan tampilan facebook yang begitu-gitu saja tanpa variasi, tidak seperti friendster atau myspace yang bisa kita kostumisasi sesuai dengan kemauan kita. Kalau begitu coba yang satu ini, dengan cara ini kita dapat mengganti tampilan halaman facebook menjadi lebih bagus dan yang paling penting bisa dikostumisasi sendiri.

Aritkel ini saya buat untuk Anda yang suka dengan kostumisasi tampilan dan sekaligus memenuhi kebutuhan beberapa pengunjung yang menuju keblog ini melalui google dengan keyword tentang :
-cara mengganti layout facebook
-tutorial mengganti layout facebook
-merubah tampilan facebook
-mengubah tampilan facebook

Dan ternyata banyak sekali yang mencari artikrl tentang tampilan facebook. Setelah beberapa penelusuran website, blog dan group-group yang berisi tentang tutorial
mengganti layout facebook, saya menemukan 2 cara berbeda:

1. Merubah tampilan layout facebook dengan cara userstyles.org (untuk penguna mozila firefox)

-download add-ons mozzila

-klik “add to firefox”, installasi and restart mozilla firefox

-pilih tampilan yang diinginkan disini

-klik tombol “Load into Stylish”

-save dan refresh halaman facebook Anda


2. Merubah tampilan layout facebook dengan cara yontoo.com (untuk penguna mozila firefox dan internet explorer)

-kunjungi website Yontoo

-pilih “Start Installation”

-install Add-ons dan restart mozila

-pasang aplikasi PageRage di facebook

-pilih tampilan yang diinginkan

-lihat profile anda

Cara no.1 hanya bekerja pada komputer sendiri yang sudah diinstal add-on stylish
dan
Cara no.2 hanya bekerja pada pada komputer yang sudah diinstal add-on Yontoo dan pemilik facebook memasang aplikasi pagerege. Hal ini memungkinkan orang lai dapat melihat tampilan facebook kita jika mereka melakukan hal yang sama.

Sampai saat ini masih belum ada cara mengubah tampilan facebook untuk dilihat semua orang

Ingat Facebook tidak sama seperti Myspace/Friendster yang secara resmi dapat mengubah tampilannya sesuai dengan keinginan kita. Cara ini hanya akal-akalan dari pencipta add-on yang kreatif.

Kejujuran

Nadirsyah Hosen
http://media. isnet.org/ isnet/Nadirsyah/ Jujur.html

Kejujuran, betapa langkanya kata ini!

Mencari orang yang jujur saat ini hampir sama mustahilnya denganmencari jarum di dalam tumpukan jerami. Jujur bukanlah semata-mata tidak berkata dusta. Ketika Nabi bersabda, “katakanlah kebenaran itu walupun pahit”, sebenarnya Nabi memerintahkan kita untuk berlaku jujur dengan lidah kita. Ketika Nabi bersabda, “andaikata Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya,” sesungguhnya Nabi mengajarkan kita untuk bertindak jujur dalam penegakkan hukum meskipun terhadap keluarga sendiri. Ketika Al-Qur’an merekam kalimat suci, “sampaikanlah amanat kepada yang berhak,” sesungguhnya Allah menyuruh kita bersikap jujur ketika memegang amanah, baik selaku dosen, pejabat, ataupun pengusaha. Sewaktu Allah menghancurkan harta si Karun karena Karun bersikukuh bahwa harta itu diraihnya karena kerja kerasnya semata, bukan karena anugerah Allah, sebenarnya Allah sedang memberi peringatan kepada kita bahwa itulah azab Allah terhadap mereka yang tidak
berlaku jujur akan rahmat Allah.

Tengoklah diri kita sekarang…. Masihkah tersedia kejujuran di dalam segala tindak tanduk kita? Ketika anda terima uang sogokan sebenarnya anda telah berlaku tidak jujur. Ketika anda enggan menolong rekan anda, meskipun anda sadar anda mampu menolongnya, saat itu anda telah menodai kejujuran.

Ketika di sebuah pengajian anda ditanya jama’ah sebuah pertanyaan yang sulit, dan anda tahu bahwa anda tak mampu menjawabnya, tapi anda jawab juga dengan “putar sana-sini”, maka anda telah melanggar sebuah kejujuran (orang kini menyebutnya “kejujuran ilmiah”).

Adakah orang jujur saat ini?

Bahkan Yudhistira yang dalam kisah Mahabharata terkenal jujur pun sempat berbohong dihadapan Resi Durna saat perang Bharata Yudha. Dewa dalam kisah tersebut menghukum Yudhistira dengan membenamkan roda keretanya ke dalam tanah beberapa senti. Anda boleh tak percaya cerita Mahabharata ini, tapi jangan bilang bahwa anda meragukan Allah mampu menghukum kita akibat ketidakjujuran kita dengan lebih dahsyat lagi. Kalau Dewa mampu menghukum Yudhistiraseperti itu, jangan-jangan Allah akan membenamkan seluruh yang kita banggakan ke dalam tanah hanya dalam kejapan mata saja.

Guru saya pernah bercerita ketika ada orang yg baru masuk Islam bertanya kepada Rasul bahwa ia belum mampu untuk mengikuti gerakan sholat dan kewajiban lainnya, konon, Rasul hanya memintanya untuk berlaku jujur. Ketika ada seorang warga negara Inggris yang masuk Islam, dan belum bisa sholat serta puasa, saya minta dia untuk berlaku jujur saja dahulu. Orang asing itu terperanjat. Boleh jadi dia kaget bahwa betapa Islam memandang tinggi nilai kejujuran. Kini, saya yang terperanjat dan terkaget-kaget menyaksikan perilaku kita semua yang sudah bisa sholat dan puasa namun tidak mampu berlaku jujur.

Duh Gusti….betapa jauh perilaku kami dari contoh yang diberikan Nabi-Mu…

Rahasia Jenius Einstein

Meskipun anda bukanlah seorang jenius, anda dapat mengunakan strategi yang sama seperti yang digunakan Aristotle dan Einstein untuk memanfaatkan kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan anda lebih baik.

Kedelapan statregi berikut ini dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif untuk memecahkan masalah-masalah. Strategi-strategi ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepajang sejarah.

  1. Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan!)
    Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru.
  2. Bayangkan!
    Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.
  3. Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas.
    Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat.
  4. Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, and kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran.
    Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.
  5. Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan antara peroalan-persoalan yang berbeda
    Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang. Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.
  6. Berpikir secara berlawanan.
    Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika andamemegang pertentangan secara bersamaan, kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal anda bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuannya untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk menciptakan sesuatu yang baru.
  7. Berpikir secara metafor.
    Aristotle menganggap metafora sebagai tanda yang jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki kapasitas untuk menerima persamaan antara dua keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya adalah individual yang punya bakat kusus.
  8. Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan.
    Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan??

Copypaste from : http://www.smun4-ptk.sch.id/content.asp?contentid=71&

FaceBook Mainan Baru yang Mengasyikkan, lebih dari sekedar Friendster

Saya baru aja hari ini jadi pengguna Facebook. Facebook adalah online social relationship yang sangat cepat berkembang saat ini. Website ini memberikan layanan social relationship atau bahasa Indonesianya situs jejaring sosial. Dengan situs semacam ini kita bisa mencari teman, berkirim pesan, menyimpan foto, dan sebagainya. Layanan yang telah populer sebelumnya adalah Friendster dan MySpace.

Saya sebelumnya pengguna Friendster, tp sudah hampir setahun ini tidak terlalu aktif. Paling dalam sebulan cuma dibuka sekali padahan saya online tiap hari. Kenapa? Ini beberapa keluhan saya:

1. Friendster udah mumet, penuh account palsu, belum spam yang merajalela memenuhi bulletin dan inbox usernya.
Baca selebihnya »